AEI: Turbulensi Global Jadi Uji Ketahanan Nyata Emiten di Pasar Modal
JAKARTA, Investortrust.id – Pasar modal Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan multidimensi, mulai dari sentimen geopolitik hingga dinamika makroekonomi global. Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Gilman Pradana Nugraha, menilai kondisi tersebut menjadi uji ketahanan nyata bagi perusahaan tercatat atau emiten untuk membuktikan kelincahan dan keberlanjutan bisnis mereka.
Menurut Gilman, pasar modal tengah mengalami turbulensi hebat yang dipicu sejumlah faktor global, seperti konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih fluktuatif, era inflasi dan suku bunga tinggi di AS, hingga tekanan likuiditas pasca-pengumuman MSCI pada awal 2026.
Baca Juga
'Big Cap' Berguguran, Sektor Komoditas Dominasi The Best Investortrust Companies 2026
Di dalam negeri, emiten juga dihadapkan pada perubahan prioritas fiskal dan regulasi pasar modal yang dinamis. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian regulasi melalui berbagai diskusi kelompok terpumpun (FGD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Dalam situasi seperti ini, kelincahan dan resiliensi emiten akan dipertaruhkan. Ini adalah real stress test bagi kita. Apakah klaim sustainability yang selama ini kita laporkan di sustainability report maupun annual report benar-benar mampu membawa perusahaan bertahan di masa krisis,” ujar Gilman dalam The Best Investortrust Companies 2026 di Hotel Aryaduta, Selasa (26/5/2026).
Ia menegaskan, kunci utama agar emiten mampu unggul di tengah krisis adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi, menjaga ketahanan arus kas (cash flow), serta mempertahankan transparansi dan akuntabilitas.
Selain itu, emiten juga dituntut memiliki manajemen risiko yang matang dalam memitigasi dampak perang, krisis energi, dan berbagai ancaman global lainnya.
Baca Juga
OJK Sebut Rebalancing MSCI Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal
Gilman meyakini dewan juri The Best Investortrust 2026 bekerja secara objektif. Menurut dia, Ketua Dewan Juri Prof Roy Sembel merupakan salah satu tokoh senior di pasar modal yang mampu melakukan penilaian secara detail.
Penerima penghargaan dinilai sebagai perusahaan berfundamental kuat karena indikator penilaian mencakup likuiditas, imbal hasil (return), stabilitas harga saham, hingga pertumbuhan jangka panjang. “Penghargaan ini tidak diberikan secara sembarangan, melainkan kepada perusahaan-perusahaan yang memang telah membuktikan kelincahannya,” tandasnya.
Gilman juga memberikan apresiasi kepada Investortrust atas konsistensinya menyelenggarakan ajang penghargaan tersebut. Menurut dia, ajang tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan nyata atas kerja keras manajemen emiten dalam menjaga transparansi dan kinerja perusahaan.

