Waskita Beton (WSBP) Tambah Direktur Operasi, Ini Susunan Pengurus Baru Perseroan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyetujui perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Jumat (22/5/2026). Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi dan transformasi bisnis perseroan ke depan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan posisi direktur operasi yang kini dijabat oleh Lasino. Sementara susunan komisaris dan direksi lainnya tetap.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Catat Pendapatan Usaha Rp 1,17 Triliun di Triwulan III 2025
Dengan demikian, susunan pengurus WSBP setelah RUPST menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Indra Utama
Komisaris Independen : Ahmad Subagya
Komisaris Independen : Heri Sebayang
Dewan Direksi
Direktur Utama : Anak Agung Gede Sumadi
Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko : Koento Wahyudiat
Direktur Operasi : Lasino
Sepanjang 2025, WSBP berfokus pada optimalisasi operasional, efisiensi biaya, serta penyelesaian restrukturisasi keuangan secara berkelanjutan di tengah tantangan industri konstruksi dan dinamika pasar proyek infrastruktur.
WSBP mencatat perolehan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp1,53 triliun pada 2025 dengan komposisi sebesar 70,33% berasal dari pelanggan eksternal yang terdiri dari pemerintah, BUMN, dan swasta.
“WSBP terus berupaya menjaga kinerja usaha melalui pengelolaan operasional yang lebih efisien, penguatan arus kas, serta fokus pada proyek-proyek yang memiliki kualitas dan potensi yang baik, juga terus menjalankan strategi bisnis secara lebih selektif dan prudent guna menjaga keberlangsungan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto dalam keterangannya, Jumat, (22/5/2026).
Baca Juga
Pendapatan WSBP Capai Rp 1,57 Triliun di 2025, Rugi Bersih Terpangkas
Perseroan juga terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Hal tersebut tercermin dari peningkatan skor GCG perseroan menjadi 85,44 dari sebelumnya 84,07 pada 2024.
“Peningkatan skor GCG ini mencerminkan komitmen WSBP dalam memperkuat tata kelola perusahaan sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, serta mendukung transformasi Perseroan ke depan,” papar Fandy Dewanto.
Sebagai bagian dari penguatan bisnis, WSBP juga berencana menambah beberapa kegiatan usaha baru, meliputi jasa laboratorium uji beton serta jasa sewa aset dan alat konstruksi. Diversifikasi usaha tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPS kedua sesuai ketentuan yang berlaku.

