Mirae Pertahankan Rekomendasi Buy Saham JPFA, Intip Target Harga Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dengan target harga Rp 3.750 per saham. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 48% dibandingkan posisi harga saham JPFA kisaran Rp2.350 per saham.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih menilai prospek JPFA masih menarik seiring ekspansi margin keuntungan dan perbaikan struktur keuangan perseroan yang terlihat dari kinerja kuartal I-2026. “Kinerja kuartal I-2026 solid dan masih berada dalam kisaran historis lima tahun untuk kuartal pertama, sekaligus mendukung proyeksi setahun penuh,” tulis Andreas dalam risetnya yang dikutip Jumat (22/5/2026).
JPFA membukukan pendapatan Rp17,7 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 23,6% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 167% YoY menjadi Rp1,8 triliun.
Baca Juga
IHSG Akhir Pekan Ditutup Rebound 1,10%, Saham EMAS dan MDKA Milik Boy Thohir Jadi Bintang
Pada periode yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) JPFA naik 102,1% menjadi Rp2,9 triliun. Mirae juga menyoroti perbaikan margin profitabilitas perseroan. Gross profit margin (GPM) meningkat menjadi 25,5% atau naik 6,7 poin secara tahunan. Margin EBITDA naik menjadi 16,5%, sedangkan net profit margin (NPM) meningkat menjadi 10,3%.
Ekspansi margin tersebut didorong kenaikan harga rata-rata day old chick (DOC) menjadi Rp6.816 per ekor atau tumbuh 23,5% YoY. Selain itu, harga ayam pedaging (broiler) naik menjadi Rp22.054 per kilogram atau meningkat 14,7% YoY.
Selain faktor harga jual, efisiensi operasional turut menopang kinerja perseroan. Rasio biaya penjualan, umum, dan administrasi (SGA) terhadap penjualan turun menjadi 10,8%, mencerminkan perbaikan operating leverage.
Baca Juga
Target Harga Saham Japfa (JPFA) Direvisi Naik, Faktor Ini Jadi Penopangnya
Mirae menilai penguatan bisnis hilir JPFA mulai menunjukkan hasil positif. Segmen peternakan memberikan kontribusi EBIT lebih besar, mencapai 54,2% atau naik 22,4 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, bisnis pakan ternak tetap menjadi penopang utama margin perusahaan. Pendapatan segmen pakan tumbuh 25,3% YoY menjadi Rp4,7 triliun dengan operating profit margin (OPM) sebesar 21,3%. “Keberlanjutan strategi pengalihan bisnis terlihat pada kuartal pertama 2026, dengan segmen peternakan menghasilkan pendapatan dan kontribusi EBIT yang lebih tinggi, sementara segmen pakan tetap mencatat hasil kuat sebagai jangkar margin yang stabil,” ujar Andreas.
Dari sisi neraca keuangan, kondisi JPFA dinilai semakin sehat. Utang berbunga perseroan turun menjadi Rp8 triliun pada kuartal I-2026, dari Rp11,7 triliun pada akhir 2025. Penurunan utang tersebut membuat rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) membaik menjadi 0,39 kali dibandingkan 0,63 kali pada akhir tahun lalu.
Baca Juga
Bank Tanah Siapkan Lahan Proyek Peternakan Sapi Perah di Poso
Menurut Andreas, pengurangan utang menjadi sentimen positif karena dapat menurunkan risiko refinancing, mengurangi beban bunga, sekaligus memberi ruang lebih besar untuk belanja modal dan pengembalian kepada pemegang saham.
Berdasarkan hasil kinerja yang masih sejalan dengan proyeksi, Mirae mempertahankan estimasi keuangan JPFA sekaligus kembali menegaskan rekomendasi buy dengan target harga Rp3.750 per saham. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, antara lain potensi penurunan harga DOC dan broiler, kenaikan biaya bahan baku, hingga permintaan pasar yang lebih lemah dari perkiraan.

