Bagikan

ITSEC Asia (CYBR) Fokus Investasi Akademi Siber dan AI, Klaim Produk Lokal Jadi Pembeda

Poin Penting

ITSEC Asia (CYBR) fokuskan belanja modal 2026 untuk perkuat riset internal serta ekspansi Akademi Siber dan AI.
Strategi pengembangan mandiri dipilih guna menekan ketergantungan teknologi impor dan menjaga keamanan produk.
Produk lokal andalan perusahaan, IntelliBron Aman, telah diunduh 200 ribu kali dan menembus pasar Asia Tenggara.

JAKARTA, investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengarahkan belanja modal 2026 untuk memperkuat riset dan pengembangan (R&D) serta ekspansi Akademi Siber dan AI. Strategi itu dipilih untuk memperbesar pengembangan solusi keamanan siber lokal sekaligus mencetak talenta digital dalam negeri.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher mengatakan, perusahaan sejak beberapa tahun terakhir fokus membangun produk keamanan siber buatan Indonesia untuk pasar domestik. Menurutnya, pendekatan tersebut membuat solusi lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.

“Kami ingin memproduksi produk Indonesia dengan orang Indonesia untuk pasar Indonesia. Keterjangkauan harga hanya bisa dilakukan jika beroperasi di dalam ekosistem yang sama,” ujar Patrick di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

ITSEC menilai kebutuhan pelatihan keamanan siber dan AI akan terus meningkat seiring cepatnya perkembangan ancaman digital. Karena itu, perusahaan menjadikan Akademi Siber dan AI sebagai investasi jangka panjang.

Patrick menjelaskan pelatihan tidak hanya menyasar teknis keamanan siber, tetapi juga penggunaan AI secara aman di lingkungan korporasi. “AI dan siber berubah sangat cepat, jadi pelatihan akan terus relevan untuk jangka panjang,” katanya.

Baca Juga

Bisnis Keamanan Siber Jadi Kebutuhan, ITSEC Asia (CYBR) Genjot AI Security

Selain memperkuat SDM, emiten keamanan siber itu juga menegaskan pengembangan R&D internal menjadi pembeda dibanding kompetitor. Perseroan memilih membangun teknologi sendiri ketimbang mengakuisisi talenta yang sudah jadi di pasar.

Menurut Patrick, pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan produk tetap terjaga. “Kalau mengembangkan sendiri, kami tahu apa yang kami bangun. Security first menjadi pendekatan utama kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, ITSEC mengklaim sejumlah produk hasil pengembangan internal sudah digunakan secara komersial, termasuk aplikasi keamanan siber IntelliBron Aman. Produk tersebut bahkan disebut telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan mulai digunakan di beberapa negara Asia Tenggara.

Manajemen menilai strategi membangun produk lokal sekaligus memperluas edukasi keamanan siber akan menjadi fondasi pertumbuhan bisnis perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan digital di Indonesia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024