IHSG Ditutup Anjlok 0,82%, Saham TPIA Lanjut ARB
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/5/2026), ditutup anjlok sebanyak 52,18 poin (0,82%) menjadi 6.318. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 6.215-6.459 dengan nilai transaksi Rp 20,57 triliun.
Dua isu utama penggerak indeks hari ini datang dari keputusan pemerintah dalam membentuk badan ekspor sumber daya manusia (SDA) strategis dan kenaikan BI Rate sebanyak 50 bps menjadi 5,25%.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Puluhan Ribu Kapal Asing Curi Kekayaan Laut RI Tiap Malam
Tekanan indeks datang dari pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 4,67%, sektor transportasi 4,22%, sektor energi 2,65%, consumer primer 2,06%, dan sektor teknologi 1,38%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan dan infrastruktur.
Adapun saham penekan utama indeks hari ini datang dari kejatuhan saham big cap miliki Prajogo Pangestu, seperti penurunan saham TPIA hingga auto reject bawah (ARB) sebanyak 14,74%, BREN turun 7,62%, BRPT turun 10,18%, DSSA jatuh 5,33%, CUAN jatuh 9,23%, dan AMMN melorot 6,31%.
Sebaliknya sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga pesat, yaitu saham LCKM naik 29,33% menjadi Rp 194, APIC naik 24,81% menjadi Rp 1.610, INTD naik 24,35% menjadi Rp 286, MORA naik 19,75% menjadi Rp 7.125, dan ZONE naik 18,82% menjadi Rp 404.
Baca Juga
IHSG Melemah 26,3% YTD, Mirae Asset Sebut Valuasi Bank Sudah Murah
Kemarin, BEI anjlok sebanyak 228,56 poin (3,46%) ke level terendah 6.370 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 260,12 miliar. Terbanyak melanda saham MDKA senilai Rp 343,41 miliar, ADRO mencapai Rp 209,08 miliar, dan MBMA senilai Rp 99,94 miliar.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut masih torehkan lompatan harga yang mengesankan, seperti saham LCKM naik 33,93% menjadi RP 150, RELI naik 24,48% menjadi Rp 600, ASPR menguat 15,42% menjadi Rp 464, FOOD naik 10% menjadi Rp 187, dan SRAJ naik 9,06% menjadi Rp 13.850.

