VKTR Perkuat Struktur Kepemimpinan untuk Dorong Inovasi, Teknologi, dan Pertumbuhan Industri Mobilitas Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) secara resmi mengumumkan penguatan susunan kepengurusan baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari transformasi Perseroan menuju perusahaan mobilitas berbasis teknologi. Melalui penyegaran struktur manajemen ini, emiten pelopor kendaraan listrik komersial di Indonesia tersebut optimistis dapat meningkatkan kapabilitas kepemimpinan, mempercepat adopsi inovasi, serta memperkokoh posisi sebagai pemimpin industri mobilitas berkelanjutan.
Dalam forum rapat tertinggi tersebut, para pemegang saham memberikan persetujuan terhadap sejumlah agenda krusial Perseroan. Agenda tersebut meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Selain itu, RUPS juga menyepakati penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penunjukan kantor akuntan publik untuk melakukan audit laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2026, serta perombakan sekaligus penegasan kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
Wakil Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun fondasi transportasi bersih di Tanah Air. Menurutnya, pengembangan industri kendaraan listrik nasional membutuhkan konsistensi investasi dan keberanian untuk membangun fondasi industri jangka panjang. Transisi menuju transportasi bersih membutuhkan lebih dari sekadar ambisi, melainkan dibutuhkan eksekusi yang nyata.
“Transisi menuju transportasi bersih membutuhkan lebih dari sekadar ambisi, dibutuhkan eksekusi. Di tahun 2025, VKTR menunjukkan aksi nyata melalui operasional kendaraan listrik yang terus bertambah, penguatan manufaktur dalam negeri, serta dampak lingkungan yang terukur. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa 2026 menjadi fase percepatan, di mana kendaraan listrik Indonesia tidak hanya tumbuh sebagai industri, tetapi menjadi solusi nyata bagi mobilitas nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan,” ungkap Anindya.
Sepanjang tahun 2025, VKTR telah membuktikan aksi nyata tersebut melalui penambahan operasional kendaraan listrik, penguatan manufaktur dalam negeri, serta pencapaian dampak lingkungan yang terukur. Langkah ini akan terus dipacu agar tahun 2026 menjadi fase percepatan yang menempatkan kendaraan listrik Indonesia bukan sekadar industri, melainkan solusi nyata bagi mobilitas nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.
Guna mewujudkan visi besar tersebut, susunan anggota Dewan Komisaris kini diperkuat oleh figur-figur senior dengan reputasi global di bidang teknologi, transformasi industri, tata kelola, dan kepemimpinan strategis. Jabatan Komisaris Utama kini diamanatkan kepada Sharif Cicip Sutarjo, seorang tokoh senior dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di sektor publik dan swasta, termasuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2011–2014. Kehadiran Sharif Cicip Sutarjo diharapkan dapat memperkuat sinergi VKTR dalam ekosistem Kelompok Usaha Bakrie, khususnya dalam mendukung penguatan rantai nilai industri kendaraan listrik nasional dan percepatan posisi manufaktur dalam negeri.
Posisi Wakil Komisaris Utama tetap dijabat oleh Anindya N. Bakrie, yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong transformasi korporasi di sektor investasi, teknologi, media, dan telekomunikasi, sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia.
Melengkapi jajaran pengawas, teknokrat senior Dr. Ing. Ilham A. Habibie turut bergabung sebagai Komisaris. Pengalaman mendalam Ilham Habibie dalam memadukan visi kepemimpinan teknologi dan industrialisasi berbasis kemandirian nasional diyakini mampu mempercepat adopsi teknologi canggih sekaligus memperkuat tata kelola korporasi dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Perubahan signifikan juga terjadi pada jajaran Direksi untuk memastikan kesinambungan visi jangka panjang dan akselerasi eksekusi operasional secara disiplin. Jabatan Direktur Utama kini dipegang oleh A. Ardiansyah Bakrie, pemimpin bisnis yang memiliki pemahaman mendalam atas fondasi organisasi serta ekosistem industri masa depan di bidang infrastruktur dan transformasi digital. Struktur operasional kemudian diperkuat oleh Mochammad Yana Aditya sebagai Direktur, yang membawa pengalaman eksekutif dalam tata kelola dan optimalisasi operasional transportasi, termasuk rekam jejaknya sebagai mantan CEO PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Arah transformasi bisnis dan manajemen risiko lintas industri diserahkan kepada S. Erika Mouna Hamizar yang menjabat sebagai Direktur dengan pengalaman multinasional selama lebih dari tiga dekade. Sementara itu, posisi Direktur yang membidangi urusan korporasi, komunikasi strategis, hubungan investor, serta pengelolaan aspek hukum terintegrasi kini dipercayakan kepada Indah Permatasari Saugi. Jajaran kepengurusan terbaru ini secara resmi berlaku efektif sejak Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga
VKTR Tunjuk Ardiansyah Bakrie Jadi Direktur Utama, Ini Susunan Direksi Terbaru
Momentum RUPST ini juga menjadi pembuktian kinerja positif fundamental bisnis VKTR di tengah transisi energi nasional sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil mencatatkan lonjakan penjualan kendaraan listrik hingga mencapai 60% dibanding tahun sebelumnya, sebuah indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan pasar domestik terhadap kendaraan komersial listrik. VKTR juga telah menuntaskan pengiriman 50 unit bus listrik dari total pesanan 80 unit untuk operasional armada Transjakarta, di mana sisa pemesanan tersebut seluruhnya telah dirampungkan pada kuartal pertama tahun 2026.
Hingga bulan April 2026, efektivitas armada kendaraan listrik produksi VKTR menunjukkan hasil yang masif dengan akumulasi jarak tempuh operasional melebihi 17 juta kilometer. Operasional tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan berupa estimasi pengurangan emisi karbon hingga mencapai 15 ribu ton karbon dioksida. Kontribusi nyata dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional ini ditopang oleh lebih dari 170 unit armada VKTR yang telah aktif beroperasi di berbagai sektor strategis, baik untuk melayani kebutuhan transportasi publik maupun sektor non-publik.
Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan perseroan di bawah nakhoda manajemen yang baru. Perusahaan meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan industri mobilitas berbasis teknologi. Oleh karena itu, kehadiran jajaran kepengurusan perseroan yang baru ini akan mempercepat transformasi bisnis serta menegaskan posisi strategis VKTR sebagai pemimpin industri kendaraan listrik komersial nasional yang berbasis pada inovasi tinggi dan tata kelola perusahaan yang kokoh.
“VKTR meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan industri mobilitas berbasis teknologi. Oleh karena itu, dengan susunan Kepengurusan Perseroan yang baru akan mempercepat transformasi Perseroan dan semakin menegaskan posisi VKTR sebagai pemimpin industri kendaraan listrik nasional yang berbasis inovasi dan tata kelola yang kuat,” kata Ardiansyah.
Melalui seluruh rangkaian aksi korporasi ini, VKTR berkomitmen penuh untuk memperluas kapasitas manufaktur, mengembangkan infrastruktur pendukung, serta memperluas implementasi kendaraan komersial bertenaga listrik di berbagai sektor strategis lainnya. Sebagai motor penggerak utama atau national champion di industri kendaraan listrik komersial, perseroan siap terus berada di garda terdepan guna mengakselerasi proses transisi energi dan mendorong industrialisasi kendaraan listrik di Indonesia secara berkelanjutan.

