IHSG Dibuka Lanjut Melemah 0,48%, Sebaliknya PURI hingga ZATA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026), dibuka melemah sebanyak 33 poin (0,48%) menjadi 6.563. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung rebound.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, energi, consumer non primer, infrastruktur, transportasi. Sebaliknya kenaika melanda saham sektor kesehatan, keuangan, dan teknologi.
Baca Juga
Indonesia Kecam Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Prioritaskan Pelindungan WNI
Meski IHSG dibuka melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan kenaikan harga pesat, seperti PURI naik 18% menjadi Rp 177, CCSI menguat 16% menjadi Rp 302, SRAJ naik 13,58% menjadi Rp 14.425, LCKM naik 14,29% menjadi Rp 127, dan ZATA naik 14,67% menjadi Rp 87.
Kemarin, IHSG sempat melemah sebanyak 325 poin atau lebih dari 4,3%, meski akhirnya ditutup level 6,599. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 463,99 miliar. Net sell terbanyak melanda saham ANTM senilai Rp 315,03 miliar, BREN senilai Rp 152,53 miliar, AMMN mencapai Rp 149,08 miliar.
Tekanan terhadap indeks datang dari kejatuhan saham big cap, seperti TPIA, DSSA, AMMN, dan BREN. Penurunan juga dipicu pelemahan saham big bank, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada BRPT hingga SMGR
Secara sectoral, semua sektor saham mengalami penurunan yang dipimpin saham sektor material dasar 5,17% dan transportasi 6,20%. Penurunan juga melanda saham sektor industry 3,25%, sektor energi 2,37%, sektor property 2,22%, infrastruktur 2,98%, dan sektor teknologi 2,21%.
Penurunan indeks disebut dipicu atas sentiment negative yang datang bertubi-tubi, seperti pelemahan rupiah, sentimen negatif global, hingga pengumuman MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya.

