Laba Bersih Buana Finance BBLD Anjlok 79,6% Sepanjang 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Buana Finance Tbk (BBLD) mencatatkan kinerja yang menantang sepanjang 2025, tecermin dari anjloknya laba bersih sebesar 79,60% secara year on year (yoy) menjadi Rp 13,48 miliar. Meski begitu, penyaluran pembiayaannya meningkat 5,03% (yoy) menjadi Rp 4,29 triliun.
Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi mengungkapkan, kondisi makroekonomi yang belum sepenuhnya pulih masih memberikan pengaruh terhadap kinerja perseroan.
“Penurunan laba bersih tersebut terutama dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, termasuk peningkatan beban penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 44,71%,” ujarnya, dalam Public Expose Buana Finance, secara daring, Senin (18/5/2026).
Selain itu, lanjut Mariana, tingkat pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) pada akhir 2025 tercatat sebesar 3,12%. Lebih tinggi dibandingkan posisi 2024 yang berada di level 1,97%.
“Perseroan terus melakukan langkah mitigasi risiko serta optimalisasi strategi penagihan guna menjaga kualitas aset,” katanya.
Baca Juga
Begini Jurus Buana Finance (BBLD) Tekan NPF Jadi 2,61% di 2026
Meski begitu, Buana Finance tetap mampu mencatatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri pembiayaan. Penyaluran pembiayaan baru di segmen konsumer mencapai Rp 3,11 triliun, sementara di segmen sewa pembiayaan dan anjak piutang sebesar Rp 1,18 triliun.
Dari sisi aset, Buana Finance mencatat total aset Rp 7,15 triliun pada 2025 atau tumbuh 7,72% (yoy). Pertumbuhan aset tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya piutang pembiayaan sebesar 7,05% (yoy) menjadi Rp 6,57 triliun.
“Kontribusi terbesar aset perseroan berasal dari piutang pembiayaan konsumen yaitu sebesar 79,20%, kemudian diikuti piutang sewa pembiayaan dan anjak piutang dengan kontribusi sebesar 12,71%,” ucap Mariana.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, perseroan berupaya menjaga fundamental bisnis yang sehat melalui pengendalian biaya yang lebih disiplin dan penerapan strategi mitigasi risiko yang konsisten.
“Perseroan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan portofolio bisnis, dan memperkuat strategi keuangan. Langkah-langkah strategis tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Mariana.

