Masih Moncer, Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Kuartal I-2026 Naik 189,48%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih mencetak pertumbuhan laba bersih yang moncer hingga kuartal I-2026.
Perusahaan manufaktur dan perdagangan emas itu, membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 433,49 miliar sepanjang Januari-Maret 2026, naik 189,48% (yoy) atau sekitar 2,9 kali lipat. Capaian ini didukung penjualan bersih yang solid, sebesar Rp 20,16 triliun yang tumbuh 196,96% (yoy).
Pendapatan Hartadinata bertambah dari peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sekitar 71,01% (yoy) menjadi Rp 2,56 juta per gram.
Dari segi segmen bisnis, penjualan masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,6% terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen institusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13%, dan gadai sebanyak 0,26%.
“Perseroan mengawali 2026 dengan kinerja yang sangat positif, didukung pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global. HRTA akan terus fokus pada penguatan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ungkap Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto secara tertulis, Kamis (7/5/2026).
Sejalan dengan kondisi pasar global, pergerakan harga emas sepanjang April dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik. Hal ini turut meliputi perkembangan konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak, ekspektasi kebijakan the Fed, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.
Selama April 2026, harga emas diperdagangkan di kisaran US$ 4.717 per troy ounce setelah sebelumnya sempat mencapai level di atas US$ 4.800 per troy ounce pada awal tahun.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Diuntungkan Tren Emas Investasi, Analis Patok Target Harga Ini
Di Indonesia, harga emas domestik turut menguat, didukung oleh depresiasi Rupiah dan permintaan safe-haven yang berkelanjutan, dengan harga emas dalam Rupiah meningkat sekitar 11% year-to-date ke level Rp 2,6 juta per gram.
Di sisi lain, perseroan memperoleh peningkatan peringkat kredit dari PEFINDO menjadi idA+ dengan prospek stabil dari peringkat sebelumnya idA. Sandra berpendapat, peningkatan peringkat kredit Hartadinata oleh Pefindo menjadi idA+ mencerminkan penguatan fundamental dan disiplin keuangan perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat di tengah ekspansi usaha yang berkelanjutan.
Menurut Pefindo, peningkatan peringkat tersebut didukung oleh kemampuan perusahaan dalam mencatat pertumbuhan pendapatan secara konsisten, menjaga posisi utang pada level yang terkendali, serta didukung fasilitas produksi yang terintegrasi dan permintaan pasar yang tetap kuat terhadap produk emas.
Dari sisi pasar modal, HRTA juga resmi bergabung dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei–Juli 2026.
“Kami memandang pencapaian ini sebagai bentuk kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis, likuiditas saham, serta prospek jangka panjang perseroan sebagai salah satu pemain utama di industri emas nasional,” tutup Sandra.

