DTCC Gandeng Pengembang Blockchain, Siapkan Tokenisasi Aksi Korporasi di Bursa Wall Street
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC), lembaga kliring utama pasar modal di Amerika Serikat (AS), mulai menggandeng sejumlah pengembang blockchain layer-1 (L1) untuk mengembangkan sistem tokenisasi aksi korporasi seperti pembayaran dividen, penawaran tender, dan proses pasca-perdagangan lainnya.
CEO DTCC Frank La Salla mengatakan, pihaknya membutuhkan blockchain berkinerja tinggi yang mampu memproses jutaan transaksi dengan kecepatan dan ketahanan lebih tinggi dibanding teknologi blockchain saat ini. Menurut dia, sebagian besar jaringan blockchain masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk memproses aksi korporasi, sementara DTCC menangani jutaan pembayaran dividen setiap hari.
“Kami membutuhkan L1 berkinerja tinggi untuk melakukan itu,” ujar La Salla dalam ajang Consensus 2026 di Miami, Rabu (6/5/2026) dilansir dari Coindesk.
Baca Juga
ESG-IN Gandeng Idcta Bangun Ekosistem Kredit Karbon Berbasis AI dan Blockchain
DTCC sendiri memproses sekitar US$ 20 triliun transaksi sekuritas Treasury dan korporasi per hari di pasar modal AS. Perusahaan tersebut telah mengeksplorasi teknologi blockchain hampir satu dekade terakhir, namun kini mulai mempercepat implementasi setelah munculnya berbagai use case tokenisasi di sektor keuangan.
Pekan ini, DTCC juga mengumumkan rencana uji coba platform sekuritas tokenisasi pada Juli 2026 sebelum peluncuran lebih luas pada Oktober mendatang. La Salla menilai tokenisasi jaminan (collateral) berpotensi menjadi salah satu penggunaan institusional terbesar blockchain karena memungkinkan akses likuiditas real time lintas zona waktu.
Baca Juga
Kadin Usulkan Transaksi Dagang dengan Rusia Cs Pakai Blockchain dan Kripto
Meski demikian, DTCC menilai teknologi blockchain masih menghadapi tantangan besar terkait skalabilitas, fragmentasi likuiditas, hingga efisiensi penyelesaian transaksi dibanding sistem keuangan tradisional yang sudah terpusat.

