Merdeka Copper (MDKA) Rancang Private Placement 10% Saham, Raihan Dana bisa Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana memperkuat struktur permodalan melalui aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) IV atau private placement sebanyak 2,44 miliar atau setara dengan 10% saham.
Manajemen MDKA dalam prospectus ringkas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/5/2026), menyebutkan bahwa dana hasil private placement ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha dan kebutuhan pendanaan perseroan.
Baca Juga
Kinerja 2025 Ditopang Emas dan Nikel, Merdeka Copper (MDKA) Ungkap Target di 2026
Aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan setelah meraih restu pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Juni 2026. Namun demikian investor yang bakal membeli private placement ini belum diungkap.
Melalui aksi private placement ini, MDKA menargetkan memperoleh alternatif sumber pendanaan. Sekitar 30% dari dana yang dihimpun akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan grup, sementara sisanya dialokasikan untuk pengembangan usaha, termasuk belanja modal, pembelian saham, pembelian aset, hingga penyertaan pada satu atau lebih perusahaan yang relevan dengan kegiatan usaha perseroan.
Selain itu, manajemen berharap bahwa penerbitan saham baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham MDKA di pasar. Selain itu, tambahan dana dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis, yang pada akhirnya diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Baca Juga
MDKA Pertahankan Rating ESG “A” dari MSCI, Skor Naik Dekati Level AA
Namun demikian, setelah pelaksanaan PMTHMETD IV, kepemilikan saham pemegang saham eksisting berpotensi terdilusi hingga maksimal 9,091%.
Secara finansial, aksi ini diperkirakan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan dan likuiditas MDKA. Dengan asumsi harga saham Rp 3.100 per lembar dan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 17.368 per dolar AS per 5 Mei 2026, ekuitas perseroan diproyeksikan meningkat sekitar US$ 436,8 juta atau Rp 8,56 triliun.
Seiring peningkatan ekuitas tersebut, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) MDKA diperkirakan membaik dari 1,0 kali sebelum aksi menjadi 0,8 kali setelah pelaksanaan PMTHMETD IV.

