Didorong Dana ETF dan Short Squeeze, Harga Bitcoin Sempat ke US$ 81.500
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin kembali menunjukkan reli signifikan dengan menembus level US$ 81.500 pada awal pekan ini, setelah hampir tiga bulan tertahan di bawah US$ 80.000. Lonjakan ini dipicu oleh aksi short squeeze senilai US$ 450 juta, arus masuk dana besar ke ETF spot, serta sinyal teknikal positif dari data on chain.
Kenaikan harga tersebut menandai perubahan sentimen pasar yang sebelumnya cenderung wait and see. Dalam waktu singkat, volume pembelian melonjak tajam, termasuk transaksi senilai hampir US$ 2 miliar di salah satu bursa global hanya dalam dua jam, yang mencerminkan aksi agresif investor.
Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil menembus level rata-rata biaya pemegang jangka pendek di kisaran US$ 77.500 dan melampaui resistance penting yang belum tersentuh sejak November 2025. Analis menilai, jika harga mampu bertahan di atas US$ 82.000, potensi kenaikan lanjutan terbuka hingga kisaran US$ 94.800.
Sentimen positif juga didukung oleh akumulasi investor jangka panjang yang tercatat menambah sekitar 331.000 BTC dalam 30 hari terakhir. Di sisi lain, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih selama tiga hari berturut-turut dengan total mencapai US$ 1,18 miliar.
Meski demikian, sejumlah risiko masih membayangi. Harga Bitcoin saat ini masih berada sekitar 36% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 126.200 pada Oktober 2025. Selain itu, korelasi dengan pasar saham global, khususnya Nasdaq 100, membuat pergerakan Bitcoin rentan terhadap tekanan eksternal.
Baca Juga
Harga Bitcoin Bergerak di Kisaran US$ 80.000, Pelaku Pasar Waspadai Level Psikologis Baru
Analis memperingatkan bahwa jika harga gagal menembus area resistensi US$ 86.000–US$ 88.000 atau arus masuk ETF melemah, maka potensi koreksi ke kisaran US$ 77.500–US$ 78.000 tetap terbuka.
Menilik data Coinmarketcap, Rabu (6/5/2026) pukul 05.50 WIB, harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan diperdagangkan di level US$ 81.188, naik sekitar 1,4%. Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan intraday yang sempat menyentuh kisaran US$ 80.200 sebelum kembali menguat hingga di atas US$8 1.000.
Baca Juga
Sementara kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$ 1,62 triliun, ikut naik 1,41% seiring tren penguatan harga. Namun demikian, volume perdagangan harian justru mengalami penurunan cukup tajam sebesar 28,69% menjadi US$ 39,17 miliar, mengindikasikan adanya penurunan aktivitas transaksi jangka pendek.
Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin dalam sehari menunjukkan tren rebound setelah sempat melemah di awal perdagangan. Harga kemudian bergerak naik secara bertahap dan sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran US$ 81.500 sebelum mengalami konsolidasi tipis.
Dari sisi fundamental, suplai beredar Bitcoin saat ini tercatat sekitar 20,02 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC. Sementara itu, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,37%, mencerminkan likuiditas pasar yang masih relatif terjaga meski volume menurun.
Pelaku pasar menilai, pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Level psikologis US$ 82.000 menjadi area kunci yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya, apakah melanjutkan reli atau kembali terkoreksi dalam jangka pendek.
Di tengah dinamika tersebut, investor masih mencermati sentimen global, termasuk kebijakan moneter dan arus dana institusional, yang berpotensi mempengaruhi volatilitas pasar kripto dalam waktu dekat.

