Unsuspensai Saham BSA Logistics (WBSA), ARA Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT BSA Logistics Tbk (WBSA) mulai sesi I, Selasa (5/5/2026). Saham ini akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK).
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa uspensi atas perdagangan saham WBSA di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I, pada 5 Mei 2026. WBSA juga masuk dalam kriteria efek dalam pemantauan khusus, karena terkena suspense lebih dari satu hari bursa.
Baca Juga
Lo Kheng Hong Soroti Akuisisi OCBC (NISP) ke Bisnis Premium HSBC, Peluang Besar Dongkrak Kinerja
WBSA sebelumnya menggelar listing perdana di BEI sejak 10 April 2026 dengan harga perdana saham WBSA level Rp 160. Sejak listing di BEI, saham WBSA mencatatkan penguatan auto rejct atas (ARA) setiap hari hingga akhirnya terkena suspense lebih dari satu hari.
Dengan lompatan tersebut, saham WBSA telah melesat lebih dari 731,25% dari Rp 160 menjadi Rp 1.330. Kenaikan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) menjadi Rp 11,53 triliun.
WBSA merupakan perusahaan logistic yang dikendalikan Edwin Wibowo dan Andree yang telah menggelar listing perdana di BEI sejak 10 April 2026 setelah menuntaskan penawaran umum perdana (IPO) dengan harga pelaksanaan Rp 168 per saham. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026), saham WBSA kembali ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 550.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Usai Serangan Iran ke UEA, Kelangkaan Bayangi Pasar Energi Global
Perseroan sebelumnya melepas sebanyak 1,8 miliar atau 20,75% saham dengan harga Rp 168, sehingga total dana yang diraup dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp 302,40 miliar. Harga tersebut merefleksikan PER sebanyak 16,8 kali dan PBV mencapai 3,50 kali.
Terkait penggunaan dana hasil IPO saham, WBSA dalam prospektusnya menyebutkan dana senilai Rp 215 miliar akan digunakan untuk mengambilalih sebanyak 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistiks (BNL). Sisa dana IPO saham akan dipergunakan perseroan sebagai modal kerja, seperti mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan.

