IHSG Berpotensi Melemah Akibat Deretan Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pelaku pasar dinilai tengah menahan diri jelang pengumuman sejumlah data penting di Amerika Serikat. Untuk itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan melemah pada perdagangan, Kamis (14/3).
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas mengatakan, selain data-data penting ekonomi skala global, pelemahan IHSG akan didorong aksi profit taking pelaku pasar seiring rally IHSG yang terjadi sejak pekan lalu.
“Pelaku pasar cenderung menahan diri jelang rilis data inflasi produsen dan initial jobless claims di Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan rilis pada hari ini (14/3),” ulas Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Baca Juga
Dikatakan, data inflasi dan jobless cliam AS berpotensi meningkatkan ekspektasi pasar terhadap probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed di FOMC Juni 2024 yang saat ini berada di 69,1% (CME FedWatch Tool).
“Hari ini IHSG rawan terkoreksi ke kisaran level 7.375,” ulas Tim Phintraco Sekuritas.
Sebelulmnya bursa saham Nasdaq tercatat turun 0,54%, mengalami pullback di Rabu (13/3) sejalan dengan aksi profit taking pada sejumlah saham teknologi (13/3).
Sementara harga minyak bumi mencatatkan lonjakan di Rabu (13/3) menyusul serangan Ukraina pada Russian oil refineries di Rabu (13/3).
Baca Juga
Dari dalam negeri, retail sales Indonesia diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan selama tujuh bulan berturut-turut di Januari 2024.
“Data ini memperkuat keyakinan pasar terhadap konsumsi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di 2024,” papar Tim Phintraco.
Untuk transaksi trading hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham INCO, TLKM, NCKL, MBMA, MYOR, ICBP.

