Laba Bersih Royaltama Mulia (RMKO) Melejit 151%
JAKARTA, investortrust.id -- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 134,4 miliar atau meningkat secara signifikan sebesar 114% (yoy) hingga semester I-2023 dan kenaikan laba bersih sebesar 151%.
Direktur Utama RMKO, Vincent Saputra menyatakan, perseroan dapat membukukan kinerja keuangan yang sangat baik. “Ke depannya, manajemen masih optimis untuk mencapai target tahun ini dengan volume batu bara yang jauh lebih besar pada semester kedua tahun 2023,” kata Vincent dalam keterangannya, Senin (21/08/2023).
Direktur Operasional Perseroan, William Saputra menyebut, pertumbuhan pendapatan usaha bersumber dari pertumbuhan pendapatan segmen jasa pertambangan dan penyewaan alat berat yang masing-masing memiliki kontribusi sebesar 76,0% dan 24,0%.
Kinerja operasional perseroan pada semester I-2023 tumbuh dengan baik di tengah tantangan normalisasi harga dan cuaca yang kurang mendukung. Perseroan telah mencapai 40% target operasional tahun 2023.
“Kami optimis dengan kondisi cuaca yang jauh lebih baik pada semester selanjutnya, perseroan dapat menggenjot produksi batu bara dan menyelesaikan proyek hauling road serta mencapai target tahun ini,”
Berdasarkan laporan keuangan in-house Juni 2023, perseroan mencatatkan pendapatan usaha dari segmen jasa pertambangan sebesar Rp 102,2 miliar (naik 121,1% yoy). William menyatakan, RMKO selalu mengoptimalkan biaya dengan efisiensi penggunaan bahan bakar pada kegiatan operasionalnya.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan optimalisasi biaya operasional, kata William, RMKO juga berhasil mencatatkan laba bersih usaha sebesar Rp 16,2 miliar atau meningkat 151% yoy.
Aset RMKO tumbuh 88,7% pada Juni 2023 karena peningkatan aset alat berat pertambangan yang sebagian besar dibiayai dari aktivitas pendanaan. Hal ini menyebabkan liabilitas perseroan meningkat 164,6% menjadi Rp 303,6 miliar.
Direktur Keuangan RMKO, Nathania Saputra menyatakan, total penggunaan capex hingga Juni 2023 sebesar Rp 109,7 miliar atau telah tercapai sebesar 70% dari capex yang dianggarkan tahun ini.
“Pada tahun ini kami menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 363,1 miliar dan laba bersih sebesar Rp 41,6 miliar dengan meningkatnya produksi batu bara dari tambang in-house TBBE milik RMKE. Perseroan telah mencapai target pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 37,0% dan 39,3% dari target tahun ini hingga Juni 2023,” tambah Nathania.

