BI Resmi Gabung ke Proyek Nexus, Persiapkan Langkah Pembayaran Antarnegara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) bergabung dalam proyeks Nexus untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Proyek Nexus adalah sebuah inisiatif global yang dipimpin oleh Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub untuk menciptakan jaringan pembayaran lintas batas (cross‑border payments) yang cepat, efisien, dan murah
“BI akan turut mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT) dan Reserve Bank of India (RBI)” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Selasa (3/2/2026).
Perry menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi.
Selain itu, keterhubungan pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan juga dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.
Baca Juga
BI Berkomitmen Perkuatkan Konektivitas Pembayaran Antarnegara
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan proyek Nexus merupakan inisiatif dari Bank for International Settlements (BIS) yang diinisiasi pada 2021 untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antarnegara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems/IPS). Pada 2025, proyek Nexus telah memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh beberapa bank sentral.
BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan, BI FAST, untuk dapat terhubung dengan Nexus. Selanjutnya, interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan memperkuat efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara, serta memperkuat inklusi keuangan.
Inisiatif ini dilakukan untuk mendukung kepentingan nasional dengan menjaga kedaulatan dan akan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.
Bergabungnya BI ke proyek Nexus merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN pada 2022. Penguatan konektivitas ini diharapkan mewujudkan pembayaran antarnegara yang lebih efisien dan terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.
Sinergi BI dan NGP mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20. Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi.

