BI Terus Percepat Pendalaman Pasar Uang dan Valas untuk Perkuat Efektivitas Transmisi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan upaya percepatan pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas) yang dilakukan BI.
“Dalam memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan mendukung pembiayaan perekonomian,” kata Perry, saat paparan hasil RDG BI November 2025, Rabu (19/11/2025).
Terdapat tiga langkah percepat tersebut. Pertama memperkuat diler utama untuk meningkatkan transaksi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar sekunder dan transaksi repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar melalui Central Counterparty (CCP).
Kedua, mengembangkan transaksi pasar uang dan pasar valas domestik dengan instrumen spot, forward, dan swap. Mata uang China, yuan, dan Jepang, yen, dipilih sebagai bagian untuk mendukung local currency transaction (LCT).
Baca Juga
Bank Indonesia Akhirnya Siapkan 'Stablecoin', Ini Respons Pelaku Pasar
Ketiga, BI memperkuat efektivitas penerbitan BI Floating Rate Note (BI-FRN) dan pengembangan Overnight Index Swap (OIS) tenor di atas overnight untuk membentuk struktur suku bunga yang efisien di pasar uang.
Berdasarkan lelang perdana Senin (17/11/2025), BI FRN seri IDFN161126364S laku di pasaran dengan nilai Rp 767 miliar. Grup Pelaksana Operasi Moneter Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menjelaskan instrumen berjangka waktu 364 hari tersebut mendapatkan total penawaran Rp 2,82 triliun. Tetapi, dari total penawaran tersebut hanya 27% yang diserap otoritas moneter.
Margin penawaran yang masuk terhadap lelang instrumen itu sebesar 0,70% hingga 1,50%. Rata-rata tertimbang margin penawaran mencapai 1,08646% dan rata-rata tertimbang margin pemenang sebesar 0,77757%.

