Rupiah Ditutup Menguat pada Perdagangan Senin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah ditutup menguat menguat pada posisi Rp 16.580 per US$ pada Senin. Rupiah menguat 0,03% dibandingkan penutupan pada sesi Jumat (10/10/2025) yang sebesar Rp 16.585 per US$.
Indeks dolar AS atau DXY sempat mengalami perlemahan pada Senin ini dengan posisi di 98,93.
Pengamat komoditas dan emas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan rupiah terjadi di tengah ketegangan perdagangan internasional antara Amerika Serikat (AS) dan China. Trump yang mengancam pengenaan tarif 100% ke China.
“Perubahan ini membantu menenangkan beberapa pihak, namun para pedagang tetap waspada terhadap kebijakan yang tidak terduga dari Gedung Putih,” ucap Ibrahim, Senin (13/10/2025).
Sementara itu, sentimen pasar terhadap ekonomi domestik Indonesia. Seperti diketahui, International Monetary Fund (IMF) memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. IMF menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot di tengah perubahan struktural yang melanda perekonomian dunia.
“Termasuk pergeseran geopolitik, kemajuan teknologi, serta dinamika demografi global,” kata dia.
Baca Juga
Selain itu, menurut Ibrahim, keberhasilan pemerintah dalam meredam keresahan publik dan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan menjadi nilai tambah dalam kepemimpinan ekonomi Indonesia.
Sementara itu, komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi cash management untuk menjaga likuiditas kas negara agar tetap aman sesuai prinsip disiplin fiskal.
“Namun tetap produktif mendorong perekonomian. Sedangkan, prioritas jangka pendek pemerintah adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mengembalikan sentimen positif publik,” ucap dia.
Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dengan ditutup melemah di rentang Rp 16.570 hingga Rp 16.620 per US$.

