Kemendagri Sindir Menantu Jokowi Gara-gara Inflasi Tembus 5,32% YoY pada September 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan sejumlah kepala daerah yang daerahnya mengalami inflasi tinggi. Provinsi Sumatera Utara mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,32% secara tahunan pada September 2025, di atas batas atas inflasi dalam asumsi makro sebesar 3,5% secara tahunan.
“Inflasi 5,32% (secara tahunan) dalam suatu provinsi itu terasa perubahan harganya bagi masyarakat. Kami mohon menjadi perhatian para gubernur,” kata Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2025, Senin (6/10/2025).
Tomsi menjelaskan sejumlah kabupaten/kota di provinsi yang dipimpin, Bobby Nasution, menantu Presiden ketujuh Joko Widodo, juga mengalami inflasi di atas rata-rata nasional yaitu 2,65% secara tahunan. Kabupaten Deli Serdang tercatat mengalami inflasi tertinggi di level kabupaten sebesar 6,81% secara tahunan.
“Kalau teman-teman kepala daerah turun ke pasar, dengan angka 6% ini, tentunya sangat dirasakan oleh masayrakat,” ujar dia.
Selain Kabupaten Deli Serdang, inflasi tertinggi di tingkat kota tercatat di Kota Pematang Siantar. Inflasi pada September 2025 di kota ini tercatata sebesar 5,84% secara tahunan.
Baca Juga
“Yang menjadi permasalahan adalah hanya sedikit provinsi, kota/kabupaten, yang inflasinya tinggi,” ucap dia.
Sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara memang tercatat mengalami inflasi tinggi. Selain Kabupaten Deli Serdang dan kota Pematang Siantar, terdapat dua kabupaten dan empat kota yang masuk dalam daftar inflasi tinggi September 2025.
Dua kabupaten tersebut yaitu Labuhan Batu dan Karo dengan inflasi masing-masing 6,38% dan 5,18% secara tahunan. Sementara itu, empat kota yang masuk inflasi tinggi yaitu Gunungsitoli dengan inflasi sebesar 5,5% secara tahunan, Padangsidimpuan dengan inflasi sebesar 5,37% secara tahunan, Sibolga dengan inflasi sebesar 4,83% secara tahunan, dan Medan dengan inflasi sebesar 4,4% secara tahunan.
“Teman-teman kepala daerah dan pemerintah daerah harus bekerja keras, terutama daerah yang merah-merah ini karena yang lain bisa,” kata dia.
Tomsi menyontohkan pemerintah Papua Pegunungan yang dapat menjaga inflasi di level 3,55% secara tahunan. Kemendagri mengapresiasi capaian ini karena kondisi medan di provinsi tersebut terbilang sulit untuk distribusi komoditas pangan.
“Sementara provinsi yang lain, yang distribusinya lancar dan mudah itu angkanya tinggi,” ujar dia.
Oleh sebab itu, Tomsi meminta pemda yang mengalami inflasi tinggi untuk bekerja keras menjaga inflasi. Pemerintah provinsi dan daerah mengalami inflasi diharapkan mengevaluasi kepala dinasnya.
“Cek kembali perhatikan, berusaha sekeras-kerasnya. Kembali lagi, dari daftar-daftar (daerah) itu masih ada kabupaten/kota yang berharap anugerah Tuhan Yang Maha Esa saja, usahanya tidak maksimal,” kata dia.

