Mantap! Rupiah Kembali Menguat, Bertengger di Rp 16.612 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menunjukkan keperkasaannya. Mata Uang Garuda menguat 68 poin atau 0,40%, di level Rp 16.612 per US$, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).
Dipantau dari Bloomberg, penguatan rupiah pada sesi Kamis sore (2/10/2025) sejalan dengan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY yang turun 0,13% menjadi 97,57.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan pelemahan dolar AS dipengaruhi kondisi politik di AS. Seperti diketahui senat AS tak mendapat titik temu untuk menyetujui anggaran pemerintah Presiden AS Donald Trump. Dengan kondisi ini, pemerintah AS mengalami shutdown atau penghentian berkala.
“Pemerintah AS diperkirakan akan tetap tutup setidaknya selama tiga hari. Ini mengganggu beberapa operasi federal di seluruh negeri,” kata Ibrahim, Kamis (2/9/2025).
Baca Juga
Trump bereaksi dengan rencana pemecatan lebih banyak pegawai federal. Ini akan merugikan sektor tenaga kerja AS.
Dengan kondisi ini, pasar memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir Oktober 2025. Selain itu, pasar masih optimistis dengan kemungkinan the Fed akan kembali memangkas suku bunganya di akhir 2025.
Dari dalam negeri, pasar merespons rencana pemberian stimulus ekonomi kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bekal bagi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target, yaitu di atas 5%.
Melihat kondisi ini, Ibrahim menyebut, penguatan rupiah diperkirakan akan terus berlanjut esok hari.
“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.560 hingga Rp 16.600 per US$” kata dia.

