Riset: Menteri Keuangan Jadi Pusat Sentimen Publik dalam Reshuffle Kabinet
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pergantian Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo pada 8 September 2025 menjadi sorotan terbesar publik. Hal itu diungkap dari riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dengan Continuum Data Indonesia.
Dari riset tersebut mencatat ada 44.444 percakapan di media sosial pada periode 8-9 September 2025 yang mayoritas diskusi berlangsung di TikTok dan Instagram. Peneliti Continuum Data Indonesia, Wahyu Tri Utomo, mengungkapkan bahwa 64% sentimen publik negatif, sementara 35% positif.
“Netizen cenderung skeptis reshuffle akan membawa perubahan besar, bahkan menilai langkah ini lebih bernuansa politik ketimbang solusi ekonomi,” ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (11/9/2025),
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tercatat sebagai kementerian paling banyak diperbincangkan. Sri Mulyani menuai simpati luas atas pengabdiannya yang panjang, dengan sentimen positif mendominasi.
Riset ini menegaskan bahwa reshuffle kabinet tidak hanya berdampak pada dinamika politik, tetapi juga menentukan kepercayaan publik terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kinerja Menkeu baru, Purbaya Yudhi Sadewa akan menjadi faktor kunci dalam membangun kembali optimisme pasar di tengah skeptisisme publik.
Baca Juga
Selain itu, reshuffle juga menyinggung menteri lain. Nama-nama seperti, Budi Arie mendapat tanggapan negatif lebih dari 90%, sementara penggantinya, Ferry Juliantono, relatif disambut netral.
Publik juga mempertanyakan absennya perombakan di sejumlah posisi, seperti Menteri HAM, Menpora, dan Kapolri, yang dinilai masih bermasalah. Menurut Wahyu, publik berharap reshuffle tidak berhenti pada pergantian nama.
“Ada apresiasi terhadap menteri yang diganti karena dinilai kurang perform, tapi publik ingin penggantinya menghadirkan kebijakan yang lebih nyata dan bukan sekadar hasil kompromi politik,” katanya.
Baca Juga

