DPR Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,12% sebagai Sinyal Kuat Kepercayaan Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy). Ia menilai angka tersebut sebagai indikasi kuat atas kembalinya kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
“Sinyal juga bahwa langkah-langkah ekonomi, kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Bapak Presiden Prabowo sudah mulai menemukan ritmenya,” kata Misbakhun saat dihubungi Investortrust, Kamis (7/8/2025).
Ia mengapresiasi capaian tersebut karena terjadi setelah kontraksi pada kuartal sebelumnya, serta berada di atas ekspektasi banyak pihak. Menurutnya, pertumbuhan ini tidak lepas dari meningkatnya keyakinan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Lebih lanjut, Misbakhun mengajak semua pihak untuk menyambut sisa tahun ini dengan optimisme. Ia meyakini kuartal III akan lebih kuat, didorong oleh sejumlah program prioritas pemerintah yang siap direalisasikan.
Baca Juga
“Kuartal ketiga sudah kita jalani, dan ini merupakan sebuah upaya konkret. Banyak program yang sudah mulai bisa dipetik hasilnya, yaitu bagaimana hilirisasi sudah mulai kelihatan realisasi investasinya. Kemudian sektor pertanian, swasembada pangan beras, dan sebagainya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 sebesar 5,12% secara tahunan, dengan pertumbuhan sebesar 4,04% secara kuartalan (quarter to quarter/QoQ). Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2023.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp5.947 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.396,3 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 tumbuh sebesar 5,12% secara tahunan. Jika dibandingkan secara q to q terjadi kenaikan 4,04%,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

