Geopolitik masih Jadi Ancaman Global, Menkeu: Kenaikan Anggaran NATO Jadi Sinyal Serius
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi geopolitik global akan tetap menjadi ancaman utama terhadap stabilitas ekonomi global pada tahun 2026. Salah satu indikator kuatnya adalah keputusan NATO untuk menaikkan anggaran pertahanannya secara signifikan.
“Pertemuan terakhir NATO mengumumkan mereka akan menaikkan anggaran pertahanan dari 2% menjadi 5% dari PDB,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (1/7/2025), membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026.
Baca Juga
Proyeksi Ekonomi 2025 Meleset, Pemerintah Targetkan Hanya 4,7–5%
Ia menegaskan bahwa ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian akibat perang dagang, konflik bersenjata, serta volatilitas harga energi dan pangan. Semua itu turut memicu lonjakan harga minyak, fluktuasi tajam di pasar obligasi, dan kenaikan indeks perdagangan global.
Menurutnya, dinamika ekonomi 2026 tidak akan jauh berbeda bahkan cenderung memburuk. Kenaikan anggaran militer negara-negara Eropa menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik sangat mungkin terjadi.
“Di sisi lain, faktor perubahan iklim juga memperparah risiko terhadap pasokan energi dan pangan dunia,” tambahnya.
Baca Juga
Defisit APBN 2025 Membengkak dan Pendapatan Seret, Sri Mulyani Minta Izin DPR Gunakan SAL Rp 85,6 T
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyoroti kekhawatiran terhadap melemahnya institusi global. Proses negosiasi multilateral di PBB maupun WTO kini mulai tergeser oleh pendekatan bilateral, yang menciptakan ketidakpastian karena hilangnya mekanisme dan prosedur penyelesaian sengketa internasional yang jelas.
“Fragmentasi sistem global ini membuat volatilitas ekonomi semakin tinggi karena tidak ada kepastian aturan,” tutupnya.

