Rupiah Menguat ke Rp 16.237 per Dolar Kamis (12/6), Data Inflasi AS Jadi Penyebab
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (12/6/2025) sore ini. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI) kurs rupiah menguat 28 poin (0,17%) ke level Rp 16.237 per dolar AS. Rupiah melanjutkan tren menguat yang sebelumnya terapresiasi ke level Rp 16.265 per dolar AS kemarin.
Pada perdagangan pasar spot, data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah bergerak menguat 17,5 poin (0,11%) ke level Rp 16.242 per dolar AS.
Menurut pengamat Valbuary Asia Futures, Nanang Wahyudin, kurs rupiah menunjukkan tren terapresiasi di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS atau The Fed. Sementara itu penguatan rupiah kali ini tidak lepas karena lemahnya dolar AS, setelah rilis data inflasi konsumen.
"Dan kini investor menantikan angka inflasi produsen, dimana prospek adanya kenaikan, tapi investor menilai akan terjadi hasil yang sama seperti inflasi konsumen semalam, yakni di bawah perkiraan," kata Nanang kepada Investortrust, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga
Rupiah Sempat Tembus Rp 17.000 pada Awal April 2025, Bank Dunia Punya Analisis Ini
Sedangkan dari dalam negeri, BI diperkirakan masih aktif melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas, khususnya jelang rapt dewan gubernur (RDG) periode Juni.
Nanang mengungkap ada potensi penguatan lanjutan pada Jumat (13/6/2025) esok hari ke kisaran Rp 16.200 per dolar AS jika dukungan teknikal dan sentimen global tetap mendukung. Sebaliknya apabila sentimen tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, kurs rupiah resisten berada di level Rp 16.300 per dolar AS.
"Peluang penguatan lanjutan dari katalis mengenai inflow aliran investasi asing ke Indonesia, serta intervensi lanjutan BI," ujar Nanang.

