BI Proyeksi Ekonomi Syariah Indonesia Tumbuh hingga 5,6% Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Imam Hartono, memproyeksi ekonomi syariah di Indonesia tahun ini akan tumbuh hingga 4,8-5,6%. Ia mengatakan proyeksi itu sebelumnya mengacu pada laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) Tahun 2024.
"Jadi ekonomi syariah itu diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,8 sampai dengan 5,6%," katanya dalam Taklimat Media di kantor BI, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Imam melanjutkan pembiayaan syariah untuk tahun ini diproyeksikan juga akan tumbuh pada kisaran 11-15%. Namun demikian ia menyebut BI masih akan memantau situasi yang berkembang. Salah satu yang disorot oleh BI adalah bagaimana stabilitas global kemudian dapat berpengaruh terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi syariah tersebut.
"Kalau dikatakan bahwa apakah ada dampak global? Sudah pasti. Artinya dampak global terhadap ekonomi ini sebenarnya sifatnya umum, baik itu berdampak kepada syariah maupun konvensional," jelasnya.
Kemudian ia mengatakan BI bakal berupaya untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi syariah di dalam negeri. Terlebih ia menebut terdapat perbedaan antara sektor konvensional dengan syariah. Adapun ia menyebut konsumen pada sektor konvensional memiliki tingkat inklusi yang lebih tinggi sedangkan literasinya tidak demikian.
Sebaliknya, Imam menyebut konsumen pada sektor syariah memiliki tingkat literasi yang lebih tinggi namun inklusivitasnya cenderung rendah.
"Nah ini berarti ada potensi di sana, artinya apa? Bahwa persepsi masyarakat atau pelaku atau siapapun terhadap syariah itu memang masih perlu kemudian diperkuat kembali," ungkap Imam.

