BI: Rupiah Menguat 2,6% Mei
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (26/5/2025) sore ini. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs rupiah menguat 82 poin (0,50%) hari ini, ke level Rp 16.207 per dolar AS.
"Selama month-to-date bulan Mei ini, alhamdulillah rupiah mengalami penguatan 2,6%. BI terus berkomitmen berada di pasar menjaga mekanisme supply and demand di pasar dan menjaga supaya rupiah tetap dalam volatilitas yang stabil dari waktu ke waktu," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Senin.
Namun pada perdagangan di pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah tercatat terdepresiasi 21 poin (0,13%) ke level Rp 16.235 per dolar AS. Dalam perdagangan terakhir sebelumnya, kurs rupiah sempat menguat ke level Rp 16.214 per dolar AS.
BI All Out
Denny menjelaskan, menguatnya kurs rupiah terhadap dolar AS tidak lepas dari langkah all out yang dilakukan oleh BI untuk menstabilkan nilai tukar mata uang Garuda. Ia menjelaskan, bank sentral telah melakukan sejumlah intervensi di pasar spot dan pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
"BI akan all out untuk membuat rupiah lebih stabil. Tentunya, BI akan mengoptimalkan instrumen yang ada, termasuk melakukan intervensi di pasar offshore," katanya saat ditemui di Gedung Thamrin Kantor BI, Jakarta, Senin (26/05/2025).
Baca Juga
Mengapa Target Pertumbuhan Ekonomi Kemenkeu dan Bappenas Beda?
Menurut Ramdan Denny, sejak BI melakukan smart intervention melalui pasar DNDF dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasa sekunder, kinerja kurs rupiah mengalami penguatan 2,6% hingga bulan Mei 2025. Adapun di atas Indonesia, ada baht Thailand yang menguat 2,95% dan ringgit Malaysia menguat 2,64%.
Sedangkan di bawah rupiah Indonesia, ada dolar Singapura yang menguat 1,9% dan peso Filipina yang menguat 1,03%.

