Ketua KSSK: Kinerja APBN Kuartal I-2025 Baik
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati menyebut kinerja keuangan pemerintah atau realisasi APBN pada kuartal I-2025 terjaga dengan baik. Indikasi ini terlihat dari defisit anggaran yang terkendali pada batas aman.
“Defisit anggaran sebesar Rp 104,2 triliun. Ini setara 0,43% dari PDB (produk domestik bruto),” kata Sri Mulyani saat menyampaikan hasil rapat berkala KSSK, yang digelar daring, Kamis (24/04/2025).
Baca Juga
Yield SBN Sempat Melambung 7,08% Terdampak Tarif Resiprositas AS
Sri Mulyani mengatakan keseimbangan primer APBN mengalami surplus sebesar Rp 17,5 triliun. Posisi kas surplus yang terwujud dalam bentuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 145,8 triliun.
Kinerja pendapatan negara dan hibah tercatat mencapai Rp 516 triliun atau 17,2% dari target APBN hingga Maret 2025. Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp 620,3 triliun atau 17,1% dari pagu APBN. Tren belanja pun menguat pada Maret 2025.
Penerimaan Perpajakan Rp 400,1 Triliun
Sri Mulyani menjelaskan, penerimaan pepajakan yang sempat kontraksi pada dua bulan awal 2025, telah kembali mencatatkan perbaikan peforma. Hingga akhir Maret 2025, penerimaan perpajakan mencapai Rp 400,1 triliun. Ini artinya 16,1% dari target APBN 2025.
Pembalikan ini ditopang penerimaan pajak yang meningkat signifikan. "Sebab, pada Februari 2025, penerimaan pajak sebesar Rp 98,9 triliun. Khusus penerimaan pajak meningkat signifikan pada Maret 2025, yang mencapai Rp 134,8 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
Dengan peningkatan realisasi penerimaan pajak Maret, total realisasi penerimaan pajak pada kuartal I-2025 mencapai Rp 322,6 triliun. Penerimaan realisasi pajak pada Maret 2025, lanjut dia, terdorong program reformasi perpajakan dan perbaikan administrasinya.
"Implementasi Cortex, yang sempat terhambat, juga menjadi bagian peningkatan. Kenaikan tersebut menunjukkan program-program perbaikan penerimaan perpajakan terus bejalan on track,” paparnya.

