Manfaatkan Efisiensi Anggaran, Wali Kota Bekasi Bantu Ketahanan Pangan
JAKARTA, investortrust.id - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memanfaatkan aturan mengenai efisiensi anggaran untuk mengembangkan ketahanan pangan di wilayahnya. Dari efisiensi anggaran yang dilakukan, Tri menganggarkan Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk ketahanan pangan masyarakat Kota Bekasi.
“Jadi kegiatan hasil efisiensi, ada yang untuk infrastruktur. Sebagian juga digunakan untuk peningkatan ketahanan pangan bagi warga masyarakat,” kata Tri saat ditemui di kantor Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/03/2025).
Baca Juga
Jelang Panen Raya, Bapanas Ajak Kadin Investasi Mesin Penggilingan Padi
Modal RW Beternak Telur
Dana efisiensi yang direalokasi tersebut rencananya untuk memberikan modal kepada ratusan Rukun Warga (RW) di Kota Bekasi. Kota ini memiliki 1.013 RW.
“Masing-masing RW nanti akan kita berikan 100 ayam petelur. Ada sekitar 500 RW (yang siap), mudah-mudahan sekitar bulan Juni dapat terwujud,” ucap dia.
Langkah itu dilakukan dengan menyiapkan peternak untuk ayam petelur dan bibit tanaman untuk masyarakat. Meski memiliki lahan terbatas, Tri berusaha mencari lahan yang masih bisa dimanfaatkan.
"Kami memanfaatkan lahan di kantor Komando Distrik Militer (Kodim) untuk mengembangkan peternakan ayam petelur. Terdapat sekitar 200-an ayam petelur," tuturnya.
Baca Juga
Pabrik Emas Freeport di Gresik Hasilkan Penerimaan Sekitar Rp 80 Triliun Setahun
Di tingkat RW, Tri membagikan kisah sukses RW 11 Kelurahan Jati Cempaka yang mampu menghasilkan peternakan ayam petelur. Peternakan itu bahkan bermula dari bank sampah.
“Dari bank sampak kemudian meningkat ke petani magot. Setelah itu ditingkatkan lagi, menjadi usaha peternakan ayam petelur,” ujar dia.
Apresiasi Program Pangan Murah
Tri mengatakan, kegiatan pangan murah yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dapat menjadi bagian dari jaminan ketersediaan bahan pokok selama Lebaran bagi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati sisa Ramadan dengan tenang.
“Tidak perlu berbondong-bondong mengumpulkan makanan, karena ketersediaannya cukup. Sehingga, harganya pun bisa stabil,” kata dia.
Dengan kondisi ini, kata Tri, perayaan Hari Raya Idulfitri dapat menjadi acara gembira bersama keluarga. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Mudah-mudahan, ke depan, saya kira support Kadin dan Badan Pangan juga terkait dengan rencana Kota Bekasi untuk menyiapkan tempat penyimpanan bahan-pangan. Sehingga, ke depan, warga masyarakat akan mendapatkan barang yang baik dengan harga yang terjangkau,” ucap dia.

