Pemerintah Diminta Cermat Atasi Deflasi Tahunan Setelah 25 Tahun
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati menyoroti soal deflasi tahunan yang kembali dialami Indonesia. Ia menyebut deflasi tahunan pernah terjadi pada Maret 2000 lalu atau 25 tahun lalu.
"Artinya setelah 25 tahun, Indonesia kembali mengalami deflasi tahunan, pemerintah perlu mendalami situasi ini dan mewaspadai," kata dia dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Indonesia mengalami deflasi tahunan sebesar 0,09% dan deflasi bulanan sebesar 0,48% pada Februari 2025.
Baca Juga
Anis mengungkapkan, deflasi biasanya ditandai saat konsumen secara luas tidak bisa mengonsumsi barang dengan wajar atau paling tidak menunda konsumsinya. Menurut dia, deflasi salah satunya disebabkan daya beli masyarakat masih melemah.
Menurutnya, meski purchasing managers’ index (PMI) kembali naik di 53,6 pada Februari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya 51,9, tetapi dari sisi demand, pada 2024 hanya tersisa 47,85 juta orang jumlah kelas menengah atau setara 17,13%. Menurut catatan BPS, sebanyak 9,48 juta warga kelas menengah turun kelas. "Ini jadi indikator daya beli masyarakat sedang turun," tuturnya.
Anis mengungkapkan, pemerintah harus cermat mengatasi deflasi yang terjadi terus-menerus. Penurunan harga yang intens bisa berdampak berkurangnya aktivitas ekonomi, sehingga harga semakin jatuh. Meski BPS menyebut, deflasi kali ini disebabkan diskon tarif listrik, tetapi program-program pemerintah diharapkan dapat mengungkit daya beli masyarakat.
Pada Ramadan, kata dia, harapannya konsumsi masyarakat meningkat. "Kajian Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan 2025 akan mencapai Rp 1.188 triliun," kata dia.
Baca Juga
Dia menilai, pemerintah harus memastikan diskon tarif transportasi dan tunjangan hari raya (THR) para pekerja, termasuk ojek online (ojol), sehingga mendorong permintaan secara keseluruhan dalam perekonomian.
Deflasi adalah suatu kondisi ekonomi ketika harga barang dan jasa turun selama periode waktu tertentu. Deflasi bisa terjadi ketika permintaan (demand) terhadap barang dan jasa menurun, sedangkan pasokan barang dan jasa melimpah.
Adapun deflasi tahunan adalah penurunan harga barang dan jasa secara keseluruhan selama periode 1 tahun. Deflasi tahunan menunjukkan sejauh mana penurunan harga tersebut terjadi selama setahun penuh. (C-14)

