Rupiah Belum Beranjak dari Rp16.500 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (3/3/2025) namun belum keluar dari kisaran Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir Yahoo Finance kurs rupiah bergerak menguat 50 poin (0,30%) ke level Rp16.524 per dolar AS.
Sebelumnya selama akhir pekan, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengindikasikan bahwa tarif untuk Meksiko dan Kanada masih "tidak menentu," yang menunjukkan bahwa tarif tersebut bisa lebih rendah dari yang diusulkan semula sebesar 25%. Sebaliknya, tarif tambahan sebesar 10% untuk China tampaknya sudah diberlakukan.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, Februari terbukti menjadi bulan yang tidak stabil bagi pasar, dengan kebijakan tarif Trump yang meningkat dan meningkatnya kekhawatiran ekonomi di AS yang melemahkan sentimen investor.
Ia menjelaskan ekonomi AS tumbuh sebesar 2,3% per tahun pada Q4 2024, pertumbuhan paling lambat dalam tiga kuartal, turun dari 3,1% pada Q3 dan sejalan dengan estimasi awal. Konsumsi pribadi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, meningkat sebesar 4,2%, tertinggi sejak Q1 2023, sejalan dengan estimasi awal.
Minggu ini, investor akan memantau dengan saksama laporan ketenagakerjaan Januari di AS, serta perkembangan tarif perdagangan, bersama dengan PMI Manufaktur dan Jasa ISM, pesanan pabrik, data perdagangan luar negeri, dan pidato pejabat Federal Reserve.
"Di Kawasan Eropa, peristiwa utama meliputi keputusan suku bunga ECB, data inflasi Januari, dan tingkat pengangguran," tandas dia.

