Prabowo Dukung Peningkatan Investasi, Targetkan Rp 13.030 Triliun dalam 5 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (4/2/2025). Dalam pertemuan ini, Prabowo mendapatkan laporan terkait capaian investasi 2024 serta target pertumbuhan investasi hingga 2029 mendatang.
Dalam keterangannya seusai pertemuan, Rosan mengatakan pemerintah telah menetapkan target investasi untuk lima tahun ke depan sebesar Rp 13.030 triliun. Berdasarkan data Bappenas, target investasi di tahun 2025 sebesar Rp 1.905 triliun dengan target pertumbuhan ekonomi 5,3%, kemudian target investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.175 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 6,3%, dan tahun 2027 sebesar Rp 2.567 triliun dengan pertumbuhan ekonomi 7,5%.
Baca Juga
Terbesar 5 Tahun Terakhir, Realisasi Investasi Sektor ESDM Tembus Rp 500 Triliun
"Pertumbuhan perekonomian kita di 2028 menjadi 7,7% dengan diharapkan investasi yang masuk Rp 2.969 triliun, dan di tahun 2029 menjadi 8% sesuai target pemerintah dengan investasi yang diharapkan masuk Rp 3.414 triliun," kata Rosan.
Rosan menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2024 melampaui target yang telah ditetapkan. Realisasi investasi pada 2024 sebesar Rp 1.714 triliun atau 103,9% dari target sebesar Rp 1.650 triliun. Bahkan, investasi tersebut, menurut Rosan, berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
"Penyerapan tenaga kerja 2.456.130 orang, atau meningkat 34,7% dibanding tahun sebelumnya," ujar Rosan.
Dari total investasi 2024, porsi terbesar berada di luar Pulau Jawa dengan 52,2% atau Rp 895,4 triliun, sementara investasi di Pulau Jawa sebesar 47,8% atau Rp 818,8 triliun. Jika dikategorikan berdasarkan asal modal, penanaman modal asing (PMA) sedikit lebih besar dibanding penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Penanaman modal asing itu lebih tinggi sedikit, 52,5% atau Rp 900,2 triliun, dan PMDN 47,5% atau Rp 814 triliun," ungkap Rosan.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan memerinci lima provinsi dengan realisasi investasi tertinggi sepanjang 2024 adalah Jawa Barat (14,7%), DKI Jakarta (14,1%), Jawa Timur (8,6%), Sulawesi Tengah (8,2%), dan Banten (6,2%). Sementara itu, negara dengan investasi terbesar di Indonesia adalah Singapura (US$ 20,1 miliar), diikuti oleh Hong Kong (US$ 8,2 miliar), China (US$ 8,1 miliar), Malaysia (US$ 4,2 miliar), dan Amerika Serikat (US$ 3,7 miliar).
Rosan juga melaporkan kontribusi investasi dari sektor hilirisasi di tahun 2024 mencapai Rp 407,8 triliun atau sekitar 23,8% dari total investasi nasional. Kontribusi tersebut tidak hanya di sektor mineral, tetapi juga sektor kehutanan sebesar Rp 64 triliun, industri kelapa sawit dan kertas Rp 67,1 triliun, minyak dan gas petrokimia Rp 23,1 triliun, serta baterai kendaraan listrik Rp 8,4 triliun.
Baca Juga
Jadi Penopang Utama, Menperin: Investasi Manufaktur Capai Rp 721 Triliun di 2024
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga melaporkan hasil kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Menurut Rosan, Presiden Prabowo menyambut baik laporan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan investasi nasional.
"Bapak Presiden mendukung penuh karena investasi mempunyai kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," tutur Rosan.
Dengan optimisme tinggi dan dukungan kebijakan yang kuat, pemerintah berharap pertumbuhan investasi dalam lima tahun ke depan dapat dipercepat sehingga target 8% pertumbuhan ekonomi bisa dicapai sebelum 2029.

