Asing Net Sell Saham Rp 0,92 Triliun Senin, di SBN Net Buy Rp 1,4 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing keluar dari pasar saham Indonesia, dengan mencatatkan transaksi net sell Rp 0,92 triliun pada Senin (6/1/2025). Hal ini melanjutkan penjualan bersih Rp 0,57 triliun Jumat lalu di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data yang dioleh Investortrust, aksi jual itu membuat asing menambah akumulasi penjualan bersih month to date Rp 1,74 triliun. Sementara itu, hingga Senin pukul 23.30 WIB, Bursa Efek Indonesia belum merilis laporan statistik hariannya. Biasanya, laporan sudah dirilis pada sore hari setelah penutupan perdagangan saham di bursa dalam negeri.
Baca Juga
Rupiah Menguat usai Sri Mulyani Umumkan Pendapatan Negara Naik 2,1%
Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN), data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Jumat lalu (3/1/2025), dengan non-resident di pasar SBN rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan pembelian neto Rp 1,4 triliun. Secara month to date, asing sudah mencatatkan pembelian bersih Rp 1,2 triliun hingga Jumat lalu.
5 Saham Dilego Asing
Seiring pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 83,96 poin atau 1,17% ke 7.080,47, Senin (6/1/2025). Net sell terbanyak melanda lima saham, yaitu saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 298,90 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 128,43 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 117,03 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 93,94 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 83,47 miliar.
Sebaliknya lima saham berikut justru berhasil mencatatkan net buy (pembelian bersih). Ini mencakup saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 89,06 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 40,23 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 15,84 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 13,26 miliar, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 11,62 miliar.
Baca Juga
Anggaran Lolos dari Tekanan, Pendapatan Negara 2024 Terkerek 2,1%

