Potensi Penundaan Pemotongan Suku Bunga The Fed, Dorong Rupiah Dekati Rp16.000
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah merosot dalam perdagangan Kamis (21/11/2024), bahkan hampir tembus level psikologis Rp 16.000/USD. Dilansir Yahoo Finance, hingga pukul 11.00 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 86 poin (0.54%) ke level Rp 15.945/USD.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkap pasar tetap berhati-hati setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang penundaan pemotongan suku bunga karena pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang kuat.
"Di tempat lain, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina menambah kegelisahan pasar, menyusul serangan rudal Ukraina," kata Andry dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
Para investor mengamati pilihan Trump untuk peran kunci, termasuk Kevin Warsh atau Marc Rowan untuk Menteri Keuangan dan Howard Lutnick untuk Perdagangan, posisi penting untuk kebijakan perdagangan.
Sebelumnya kurs Bank Mandiri mencatat mata uang Rupiah (20/11/2024) terdepresiasi sebesar 0,2% menjadi Rp 15.865/USD (terdepresiasi sebesar 3,0% ytd).
"Rupiah terhadap dolar hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp 15.830/USD dan Rp 15.885/USD," tutup dia.

