Sepekan, Asing Lanjut Jual Neto Rp 7,42 Triliun di Pasar Keuangan
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah pekan ini. Berdasarkan transaksi 11 – 14 November 2024, non-resident tercatat masih lanjut jual neto Rp 7,42 triliun di pasar keuangan domestik.
“Kami sampaikan juga perkembangan nilai tukar 11 – 15 November 2024. Pada akhir hari Kamis, 14 November 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 15.850 per dolar AS. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 6,93%. Sementara itu, DXY (indeks dolar Amerika Serikat) menguat ke level 106,67, dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke level 4,435%," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan di Jakarta, Jumat 15 November 2024.
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan 54 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,48 Miliar Oktober
DXY menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang utama lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). UST merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 1-10 tahun.
"Pada pagi hari Jumat, 15 November 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp15.880 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,94%,: ujarnya.
Beli Neto SBN
Ramdan Denny menjelaskan lebih lanjut mengenai aliran modal asing pada minggu II November 2024. "Berdasarkan data transaksi 11 – 14 November 2024, non-resident tercatat jual neto sebesar Rp 7,42 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 4,12 triliun di pasar saham, jual neto Rp 3,65 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan beli neto sebesar Rp 0,35 triliun di pasar SBN," ungkap Ramdan Denny.
Pada semester-II 2024, asing tercatat beli neto sebesar Rp 30,54 triliun di pasar saham. Selain itu beli neto Rp 71,24 triliun di pasar SBN dan Rp 62,63 triliun di SRBI.
Baca Juga
Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 14 November 2024, asing tercatat beli neto sebesar Rp 30,88 triliun di pasar saham. Selain itu, beli neto Rp37,29 triliun di pasar SBN dan Rp 192,98 triliun di SRBI.
"Sedangkan premi CDS (credit default swap) Indonesia 5 tahun per 14 November 2024 sebesar 70,24 bps. Ini naik dibanding dengan 8 November 2024 yang sebesar 67,96 bps. BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan, untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Seiring dengan masih terjadi capital outflow, kurs rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah. Berdasarkan kurs Jisdor BI, nilai tukar mata uang Garuda terhadap greenback melemah ke level Rp 15.888 per dolar AS Jumat sore, terdepresiasi 0,09% dibandingkan hari sbelumnya yang berada di Rp 15.873.
Perkembangan rupiah terhadap USD berdasarkan kurs Jisdor BI dalam lima tahun terakhir, hingga 15 November 2024. Infografis: Diolah Riset Investortrust.

