Profil Angggito Abimanyu, Impian Wamenkeu yang Sempat Meredup
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM Anggito Abimanyu diangkat Presiden Prabowo Subianto menjadi wakil menteri keuangan. Dia melengkapi posisi dua wakil menteri yang sudah ada, yaitu Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono.
Anggito mengatakan posisinya sebagai wamenkeu akan dibicarakan setelah diskusi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tapi, informasi yang beredar, Anggito akan dipercaya sebagai sosok yang mengurusi penerimaan negara. Tugas ini santer beredar setelah Badan Penerimaan Negara (BPN) tak jadi dibentuk di tahun pertama Prabowo.
“Jadi tujuannya optimalisasi penerimaan negara nanti strategi seperti apa nanti dibicarakan di internal,” kata Anggito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Anggito bukan sosok baru di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985, pria kelahiran 19 Februari 1963 ini menjadi staf ahli di Kemenkeu bidang Pengembang Pasar Modal pada awal 2000-an.
Baca Juga
Wamenkeu Anggito Abimanyu Ungkap Pesan Prabowo Soal Ruang Fiskal
Setelah itu, dia mendapat amanah sebagai pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 2010 selama tiga tahun. Dia dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Posisi wakil menteri keuangan sempat akan tersemat dalam portofolionya. Restu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tangan, tapi Anggito gagal dilantik karena masalah administratif.
Pangkat Anggito, waktu itu, tidak memungkinkan untuk menduduki jabatan setingkat eselon I. Posisi Anggito akhirnya digantikan Anny Ratnawati. Kondisi ini membuatnya mundur dari Kemenkeu pada Mei 2010. Dia memilih kembali sebagai pengajar di kampus.
Anggito dikenal sebagai ekonom yang fokus pada energi, ekonomi, keuangan publik, dan ekonomi Islam. Kemampuan ini didapatnya setelah melanjutkan pendidikan di University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) pada 1994. Di kampus yang sama, Anggito juga meraih gelar doktoralnya.
Selain berkiprah di Kemenkeu, Anggito juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Kementerian Agama periode jabatan 2012-2014. Tapi jabatan itu tak dipegang lama karena Anggito mundur dari jabatannya. Alasannya, Anggito ingin fokus dalam kasus hukum yang dihadapinya.
Namun ia kembali diberikan tugas oleh pemerintah, sebagai Kepala Badan Pengelola Haji sejak 26 Juli 2017 sampai dengan tahun 2022. Berikutnya ia kembali ke kampus UGM mengajar di Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, sekaligus dipercaya menjadi Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM sebelum akhirnya dipanggil ke Jalan Kertanegara, kediaman Presiden Prabowo Subianto untuk kembali memperkuat Kementerian Keuangan. Saat mengajar dalam kuliah-kuliah umumnya Anggito Abimanyu selalu menekankan pentingnya nilai-nilai Kejujuran, Amanah, Rajin dan Aplikatif disingkat (JUARA).

