Kementerian PPN/Bappenas: Indonesia Bisa Keluar dari 'Middle Income Trap' pada 2041
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Indonesia bisa saja keluar dari middle income trap pada 2041. Atau sebelum Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan.
Amalia mengatakan target itu bisa dicapai ketika rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% secara konstan selama 20 tahun ke depan.
“Ekonomi Indonesia harus tumbuh minimal, kita katakan, minimal rata-rata 20 tahun ke depan, tumbuh 6% saja atau 1% lebih cepat dari yang sekarang,” kata Amalia saat diskusi Urgensi Industrialisasi Dalam Mencapai Target Pertumbuhan 8%” yang digelar Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga
Pemerintah Siapkan 2 Skenario untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Amalia menyatakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menyediakan kisaran pertumbuhan ekonomi yang perlu dicapai Indonesia untuk dapat tumbuh rata-rata 5,6% - 6,4% dalam lima tahun mendatang.
Pertama, untuk mencapai rata-rata pertumbuhan 5,6% dalam lima tahun mendatang maka perekonomian Indonesia harus tumbuh per tahun masing-masing sebesar, 5,3%, 5,5%, 5,6%, 5,7%, 5,8%.
Sementara untuk mencapai pertumbuhan 6,4%, Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% pada 2025, lalu 6% pada 2026, berikutnya sebesar 6,1% pada 2027, dan 6,2% pada 2028, serta sebesar 6,6% pada 2029.
“Buat kami yang penting adalah, bagaimana mencari sumber pertumbuhan ekonomi, untuk kita bisa akselerasi pertumbuhan ekonominya, 8% sekitar itu,” kata dia.
Amalia mengatakan Bappenas telah membuat akselerasi pertumbuhan ekonomi jangka pendek dan jangka menengah-panjang. Dalam akselerasi jangka pendek, pemerintah ingin mendorong agregat demand.
Baca Juga
Agar Capai Target Pertumbuhan 8%, Bos Pengusaha Harap Menteri di Bidang Ekonomi Orang yang Kompeten
Salah satu agregat demand yang dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu program makanan bergizi gratis. “Ada makan bergizi gratis yang masif di seluruh Indonesia, mau dengan local content, dan ekonomi lokal, ini bisa mendorong dari agregat demand,” ujar dia.
Sementara jangka menengah-panjang, Amalia menjelaskan pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang potensial. Untuk terus mendorong pertumbuhan itu, diperlukan peningkatan produktivitas.
“Peningkatan total capital productivity, peningkatan pertumbuhan ekonomi potensial, maka salah satu yang berpeluang untuk peningkatan itu adalah industrialisasi,” kata dia.

