8 Tahun Berdiri, LMAN Ungkap Sejumlah Torehan Berikut
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah berhasil menyumbang sebesar Rp 6,05 triliun pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sejak berdiri pada 16 Desember 2016.
“Total PNBP dari LMAN sejak berdiri Sudha mencapaiRp 6,05 triliun,” kata Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN Candra Giri Artanto, di kantornya, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Baca Juga
Selama berdiri, Candra menuturkan, LMAN telah mengoptimalisasi 126 aset dan mengelola 310 aset. Sebanyak 126 aset yang teroptimalisasi di antaranya 54 unit apartemen dan 72 aset dalam bentuk non-apartemen.
Sementara itu, jumlah aset kelolaan mencapai 310 aset yang terdiri atas 1 kilang LNG Arun, 1 kilang LNG Badak, 151 unit apartemen, 112 ruko atau gudang, 14 gedung, 22 tanah, dan 9 rumah.
Selain membukukan pendapatan untuk PNBP, sejak 2017 hingga 4 Oktober 2024, LMAN telah membantu membiayai pembebasan lahan untuk 126 proyek strategis nasional. Direktur LMAN Basuki Purwadi menjelaskan dari total 126 PSN tersebut, 78 diantaranya sudah selesai atau sudah beroperasi.
“Misalnya jadi bendungan sudah selesai, sudah digunakan. Biasanya jalan tol sudah diresmikan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” kata Basuki.
Baca Juga
LMAN Gelontorkan Rp 123,87 Triliun untuk Pendanaan Lahan 117 PSN
Basuki memaparkan inisiatif pembiayaan lahan PSN dimulai, LMAN telah menggelontorkan dana sebesar Rp 134,45 triliun. Dana ini berasal dari APBN yang digunakan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan daya saing.
Dengan jumlah PSN yang telah diselesaikan, Basuki menghitung, secara rata-rata, LMAN telah membantu penyelesaian pengerjaan proyek PSN rata-rata delapan hingga sembilan proyek per bulan.
“Di dalam satu tahun, kalau kita rata-rata di dalam satu tahun itu kita bisa menyelesaikan 8-9 PSN dalam satu bulannya,” ujar dia.
Atas kinerja ini, Basuki berterima kasih kepada berbagai kementerian/lembaga (K/L) lain yang turut serta dalam penyelesaian proyek. Dia juga merasa terbantu dengan kantor jasa penilai publik dan masyarakat yang telah ikhlas menjual tanahnya untuk proyek nasional.

