Cek Rekomendasi Saham Hari Ini, BUMI, SRTG, dan SILO
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat terbatas, dengan pergerakan di range 7.700-7.800. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Bumi Resources (BUMI), Saratoga Investama Sedaya (SRTG), Ciputra Development (CTRA), Bank OCBC Indonesia (NISP), dan Siloam International Hospitals (SILO).
“IHSG pada Kamis, 25 September, bergerak dalam range datar dan berakhir menguat tipis sebesar 0,05% ke level 7.744. Investor asing kembali mencatatkan aksi jual jumbo,” kata analis Cheril Tanuwijaya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Stagnan, Parkir di Rp 1.461.000 per gram
Head of Research Mega Capital Sekuritas mengatakan lebih lanjut, investor asing kembali mencatatkan aksi jual jumbo Rp 2,53 triliun kemarin. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BMRI, BBCA, UNTR, dan BRIS.
"Secara sektoral, sektor yang paling berkontribusi atas penguatan IHSG yaitu bahan baku, energi, dan kesehatan. Sebaliknya, pelemahan yang terjadi pada sektor keuangan menjadi penahan laju IHSG," ujarnya.
Bursa Saham Global Rally
Cheril menuturkan, bursa saham global rally didukung ekspektasi soft landing ekonomi Amerika Serikat. Pada Treasury Market Conference AS 26 September lalu, Ketua The Fed Jerome Powell justru tidak berkomentar tentang kebijakan moneter maupun pandangan ekonomi. Meski demikian, komentar positif datang dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang
menyatakan perekonomian AS masih di jalur tercapainya soft landing," paparnya.
Merespons hal tersebut, kata Cheril, Bursa Wall Street berbalik menguat pada perdagangan Rabu (26/9/2024) waktu setempat. Bahkan indeks S&P 500 kembali mencatatkan rekor all time high (ATH).
Penguatan tersebut ditopang juga oleh data ekonomi seperti penurunan klaim pengangguran mingguan ke 218 ribu di
pekan lalu, dari 222 ribu pada pekan sebelumnya. Sementara itu, estimasi ketiga atas produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2024 AS berada di level 3%, tidak berubah dari estimasi sebelumnya dan sesuai estimasi.
Penguatan juga dicatatkan oleh indeks-indeks di Eropa. Harga saham-saham retailers menguat signifikan pascapemangkasan suku bunga acuan bank sentral Swiss.
"Selain itu, ekspektasi perbaikan demand dari Asia, khususnya Tiongkok dan Hong Kong, turut mendorong penguatan tersebut," imbuhnya.
Baca Juga
Realisasi Bunga Utang Tembus Rp 315,6 Triliun, Diproyeksikan Naik ke Berapa?

