BI: Stimulus Fiskal Naik, Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5,5% Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Proyeksi tersebut didukung kenaikan stimulus fiskal pemerintah RI dan memperhitungkan ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi, di tengah prospek perekonomian dunia yang kuat.
“Ekonomi global pada 2024 diprakirakan tumbuh sebesar 3,2% sesuai prakiraan, didorong Amerika Serikat dan Eropa. Pertumbuhan ekonomi AS tetap baik ditopang oleh konsumsi dan stimulus fiskal,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juli 2024 dengan cakupan triwulanan, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (tengah) saat menyampaikan keterangan kepada awak media pada Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Juli 2024 di Gedung Thamrin, Kompleks BI, Jakarta, (17/7/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
Baca Juga
Ekonomi Eropa diprakirakan tumbuh lebih tinggi. Hal ini didorong oleh perbaikan ekspor dan investasi.
Sementara itu, ekonomi Tiongkok belum kuat. Kondisi itu dipengaruhi lemahnya permintaan domestik.
"Inflasi AS pada Juni 2024 lebih rendah dari prakiraan, dipengaruhi oleh inflasi energi dan perumahan yang menurun. Hal ini mendorong prakiraan penurunan suku bunga kebijakan AS (Fed Funds Rate/FFR) dapat lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada akhir tahun 2024, di tengah yield US Treasury 10 tahun yang tetap tinggi karena kebutuhan (menambal) defisit anggaran pemerintah AS," ujar Perry.
Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi serta ketegangan geopolitik yang belum mereda mengakibatkan aliran modal ke negara berkembang relatif terbatas. Perkembangan ini berimplikasi pada perlu terusnya penguatan respons kebijakan, untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global terhadap perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia.
Didukung Konsumsi Rumah Tangga
Perry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik. Produk domestik bruto (PDB) triwulan II-2024 didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.
"Ekspor barang meningkat didorong kenaikan ekspor produk manufaktur dan pertambangan, terutama logam dan bijih logam, serta besi baja, ke negara mitra dagang utama. Ini seperti India dan Tiongkok," ucapnya.
Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh LU Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Sementara itu, secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang kuat diprakirakan terjadi di mayoritas wilayah, dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dan Kalimantan.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan triwulan IV 2024 diprakirakan akan tetap baik, dengan rencana peningkatan stimulus fiskal dari 2,3% menjadi 2,7% dari PDB. Selain itu, kinerja ekspor akan meningkat dengan kenaikan permintaan dari mitra dagang utama.
"Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergitas antara stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan," kata Perry.
Baca Juga

