Kejar Target Swasembada Pangan, Banggar Ngotot Anggaran Kementan Ditambah
JAKARTA, investortrust.id - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyorot sinkronisasi antara alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan rencana kerja pemerintah (RKP) 2025. Menurut anggota Banggar DPR Andi Akmal Pasluddin, pemerintah mematok target yang cukup tinggi untuk RKP 2025.
"Tetapi RKP tersebut tidak sinkron dengan anggaran atau pagu indikator yang ada," kata Andi saat ditemui usai rapat pembahasan RKP 2025 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga
Respons Banggar soal Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 71 Triliun
Andi menyinggung soal target swasembada pangan yang dicanangkan pada RKP 2025. Ia menyayangkan target swasembada yang dicanangkan tidak dibarengi dengan pagu indikator yang memadai.
Ia mencontohkan, Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai leading sector dalam mewujudkan swasembada pangan justru mengalami pemangkasan hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023 lalu, Kementan mendapat anggaran sebesar Rp 30 triliun, kemudian menjadi Rp 15 triliun pada 2024.
"Tahun depan tinggal Rp 8 triliun, ini tidak nyambung, bagaimana kita mau mensukseskan program kalau anggarannya tidak cukup?" sambungnya.
Untuk mewujudkan target swasembada pangan, anggota Komisi IV DPR itu beranggapan angka ideal yang dialokasikan bagi Kementan adalah di atas Rp 20 triliun. Meski demikian, ia berharap akan terjadi perubahan anggaran dari pemerintah, khususnya mempertimbangkan usulan alokasi Rp 15 triliun dari DPR.
"Sarannya harus dinaikkan, masih ada waktu ini, kalau tidak, jangan harap bisa swasembada, pasti kita akan semakin ketergantungan impor," ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan pagu indikatif Kementan tahun anggaran 2025 adalah sebesar Rp 8,06 triliun, bersumber dari rupiah murni sebesar Rp 6 triliun. Anggaran itu dialokasikan untuk keperluan gaji dan tunjangan kinerja, sedangkan sisa Rp 2 triliun berasal dari non-rupiah murni.
Baca Juga
Kementan Ungkap Kelangkaan Pupuk Subsidi Pemicu Penurunan Produksi Beras 440.000 Ton di 2023
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah mengajukan tambahan untuk 2025 sebesar Rp 51,64 triliun, sehingga total pagu anggaran yang diharapkan mencapai Rp 59,7 triliun. Dijelaskan Amran, usulan tambahan itu dialokasikan untuk program kegiatan reguler sebesar Rp 26,64 triliun dan mendukung asta cita presiden terpilih Prabowo Subianto yang mencapai Rp 25 triliun.
"Diharapkan bisa kembali seperti yang pernah dialokasikan pada 2015," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (20/6/2024) lalu.

