Studio Alam Gamplong Hanung Peroleh Pendanaan US$ 4 Miliar dari Qatar
JAKARTA, investortrust.id - Studio Alam Film Gamplong milik sutradara Hanung Bramantyo di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendapatkan investasi US$ 4 miliar dari perusahaan investasi asal Qatar, JTA International Investment Holding. Penandatanganan komitmen investasi dilakukan oleh Investment & Portofolio Manager JTA International Investment Holding Ali Hadji dan Hanung, di sela International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Rabu (5/6/2024).
Penandatanganan komitmen investasi tersebut disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Dia mengaku gembira Desa Gamplong akan mendapatkan modal sebesar US$ 4 miliar, untuk pengembangan Studio Alam Film Gamplong.
Baca Juga
Menkeu: Sektor Pariwisata Bisa Jadi Andalan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
“Saya senang sekali Mas Hanung bisa narik itu karena dekat dengan Borobudur, salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP). Selain inovasi dan adaptasi, kolaborasi semua pihak penting untuk dilakukan,” katanya usai menyaksikan penandatanganan komitmen investasi JTA International Investment Holding dan Hanung Bramantyo.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menilai momen penandatangan komitmen investasi tersebut merupakan bentuk penguatan kolaborasi oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Diharapkan, mereka bisa mencapai target-target lebih baik, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Jumlah Pengunjung Kian Meningkat
Pada kesempatan yang sama, Hanung Bramantyo mengungkapkan bahwa kerja sama ini telah dinantikan sejak beberapa tahun lalu. “Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo), kami membutuhkan sekali partners untuk mengembangkan pembuatan studio film. Kerja sama ini tentu akan menjadi kabar baik buat warga Desa Gamplong, dan akan menjadi semacam spirit dan semangat baru buat mereka,” katanya.
Baca Juga
Suami aktris Zaskia Adya Mecca ini bersama dengan masyarakat Desa Gamplong, Sleman, menginisiasi studio film untuk pengembangan pariwisata dan penumbuhan ekonomi kreatif daerah tersebut. Studio Alam Film Gamplong yang awalnya dibangun untuk keperluan syuting film dijadikan daya tarik wisata, yang menawarkan pengalaman berbeda dan Instagramable.
Perubahan fungsi ini nyatanya menarik animo wisatawan. Jumlah pengunjung pun kian meningkat, dari yang sebelumnya hanya 100-200 pengunjung per hari, sekarang bisa mencapai 3.000-4.000 per hari. Jumlah ini akan bertambah pada periode liburan.
Investasi yang ditanam diyakini dapat mengakselerasi potensi Studio Alam Film Gamplong menuju destinasi wisata berkualitas di Tanah Air. "Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari Kemenparekraf dan bisa dikoneksikan dengan beberapa pihak investor. Harapannya, kita bisa bekerja sama berkelanjutan, khususnya dengan warga Desa Gamplong," kata Hanung.
Selain perjanjian kerja sama antara JTA International Investment Holding dengan Hanung Bramantyo, terdapat sejumlah kerja sama yang terjalin di dalam ITIF 2024. Berikut daftarnya:
- Perjanjian kerja sama investasi penyediaan tenaga listrik untuk wilayah Parapuar, Labuan Bajo, senilai Rp 18 miliar antara Labuan Bajo Flores Tourism Authority (LBFTA) dan PT PLN (Persero) UIW NTT.
- Perjanjian kerja sama penanaman modal untuk pengelolaan Taman Parapuar, Labuan Bajo, senilai Rp 20 miliar antara LBTFA dan PT Eigerindo Multi Produk Industri.
- Perjanjian kerja sama pengembangan digitalisasi di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo Flores antara LBFTA dan PT Telkom Indonesia Tbk.
- Perjanjian kerja sama investasi pemanfaatan aset Exotic Lake View Resort SR-08 Toba Caldera Resort, Danau Toba, senilai Rp 60 miliar antara Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan PT. Agung Toba Nauli.
- Perjanjian kerja sama investasi pembangunan kereta gantung wisata di kawasan pariwisata terpadu Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 700 miliar antara PT. Kamara Citra Destinasi Indonesia, Perwakilan POMA, dan PT Saru Buni Mas (Sari Ater Group).

