BI: Asing Jual Neto Rp 13,61 triliun Sepekan, Terbanyak SBN
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing dalam sepekan terakhir menderas keluar dari pasar keuangan Indonesia. Foreign net capital outflow ini terutama dari obligasi pemerintah RI.
“Berdasarkan data transaksi 4 – 7 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 13,61 triliun. Ini terdiri dari jual neto Rp 10,42 triliun di pasar SBN (Surat Berharga Negara), jual neto Rp 0,57 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp 2,62 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan di Jakarta, 8 Maret 2024.
Baca Juga
BI Umumkan Cadev, Kurs Rupiah Kembali Menguat ke Rp 15.654/USD
Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen hingga 7 Maret 2024, nonresiden tercatat jual neto sebanyak Rp 12,51 triliun di pasar SBN. Namun, asing tercatat masih membeli neto Rp 17,88 triliun di pasar saham. Selain itu, membeli neto Rp 25,35 triliun di SRBI.
Sedangkan premi credit default swab (CDS) Indonesia 5 tahun per 7 Maret 2024 sebesar 69,12 bps. Ini naik dibandingkan 1 Maret 2024 sebesar 67,80 bps.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Kami mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Indikator Stabilitas Rupiah
Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia juga menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah. "Pada akhir hari Kamis, 7 Maret 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 15.650 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,62%, DXY melemah ke level 102,82, dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke level 4,083%," paparnya.
DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, dan CHF). Sedangkan US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
"Pada pagi hari Jumat, 8 Maret 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 15.630 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun turun di 6,61%," ucap Erwin.
Baca Juga
Asing Net Buy Saham Lagi Rp 478,6 Miliar Hari Ini, Net Sell SBN Rp 2 Triliun Kemarin

