BI: Rupiah Masih Bergerak Sejalan dengan Mata Uang di Kawasan
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan rupiah yang masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar mata uang di kawasan. Menjelang pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,25% ke Rp 17.948 per dolar Amerika Serikat (AS)
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G.Hutapea menjelaskan, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terbatas secara quarter-to-date sebesar 0,17%. Penurunan dipengaruhi data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari bank sentral AS, the Fed.
Baca Juga
Rupiah Melemah, Imbas Inflasi AS yang Lebih Tinggi Dari Perkiraan
“Selain itu, ketidakpastian konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$ 105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan,” kata Erwin, Kamis (15/10/2026).
BI mencatat indeks dolar AS alias DXY sempat meningkat tajam ke level tertinggi sejak Mei 2026. Imbal hasil US Treasury tenor 2 tahun juga sempat naik 12 basis poin ke level 4,9%. “Memburuknya sentimen risk off tersebut mendorong penguatan USD serta tekanan arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi,” ujar dia.
Erwin menjelaskan bahwa BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Baca Juga
30 Menit Transaksi, IHSG Jatuh 1,15% ke Bawah 5.900, Semua Sektor Saham di Zona Merah
“Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif,” ujar dia.
Data pembukaan perdagangan, rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (15/10/2026). Rupiah melemah 0,28% menjadi Rp 17.954 per dolar AS. Sejumlah mata uang di kawasan Asia bergerak beragam. Selain rupiah, pelemahan juga terpantau terjadi pada peso Filipina dan won Korea Selatan.
Selain tiga mata uang ini, nilai tukar mata uang di beberapa negara di kawasan justru menguat. Yen Jepang menguat 0,39%, rupee India menguat 0,13%, ringgit Malaysia menguat 0,01%, baht Tailan menguat 0,26%, dan dolar Singapura menguat 0,25%.
