BI akan Mitigasi Inflasi akibat Peningkatan Harga Minyak Dunia dan El Nino
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) akan terus memitigasi efek dari peningkatan harga minyak mentah dunia dan inflasi pangan karena El Nino.
“Ke depan Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027,” kata pejabat sementara Gubernur BI, Destry Damayanti saat paparan hasil RDG BI secara daring, Rabu (19/8/2026).
Bauran kebijakan BI juga akan menyasar stabilisasi nilai tukar rupiah. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi dampak rambatan global dari imported inflation.
Destry mengatakan BI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Ini untuk mengendalikan inflasi pangan dari risiko gangguan cuaca atau El Nino terhadap harga pangan.
Destry menyebut Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 bergerak melandai. Inflasi Juli 2026 tercatat sebesar 2,88% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yaitu 3,34% secara tahunan.
Baca Juga
Hasil RDG Agustus 2026, BI Pertahankan BI Rate Sebesar 5,75%
“Perkembangan ini didukung inflasi inti yang terjaga di 2,76% secara tahunan didukung konsistensi kebijakan BI,” kata dia.
Inflasi harga diatur pemerintah atau administered prices tercatat sebesar 3,58% secara tahunan karena penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax. Sementara itu, inflasi pangan melambat menjadi 2,52% secara tahunan karena panen komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah.

