Menko Airlangga Respons Santai Penurunan Cadangan Devisa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto merespons santai penurunan cadangan devisa pada Mei 2026. Menurutnya, Indonesia bisa mengumpulkan kembali cadangan devisa yang turun.
“Ya, nanti kita cari lagi cadev (cadangan devisa),” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Airlangga menjelaskan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan menjadi jawaban untuk menambah pasokan dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri. Akan tetapi, implikasi kebijakan DHE SDA pada peningkatan cadangan devisa tetap membutuhkan waktu.
“Belum. Ini kan masih periode transisi,” ujar dia.
Baca Juga
Bayar Utang Luar Negeri dan Stabilisasi Nilai Tukar Cadangan Devisa Berkurang US$ 1,3 Miliar
BI mencatat terjadi penurunan cadangan devisa pada Mei 2026. Pada bulan tersebut, cadangan devisa Indonesia turun US$ 1,3 miliar menjadi US$ 144,9 miliar.
“Lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2026 sebesar US$ 146,2 miliar,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (8/6/2026).
Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI. Langkah stabilisasi dilakukan untuk merespons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik.
Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tetap kuat, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan.

