Sukses Turunkan Konsumsi BBM, Pemerintah akan Lanjutkan Kebijakan WFH
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan memperpanjang dan melanjutkan kebijakan work from home (WFH) karyawan yang digelar tiap Jumat. Ini terjadi karena selama dua bulan terakhir program ini mampu menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Tadi kita evaluasi terkait WFH, dalam dua bulan, dan terlihat hasilnya cukup baik. Terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April mendekati 9%,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Mempertimbangkan hasil penurunan konsumsi tersebut, pemerintah akan memperpanjang atau melanjutkan kebijakan WFH. Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB) Rini Widyantini akan mengeluarkan surat edaran baru.
“Kemudian untuk (pegawai) daerah, (akan dikeluarkan surat edaran) dari Pak Mendagri, kemudian untuk (karyawan) BUMN, dari Kepala Badan Pengaturan BUMN, dan (karyawan) swasta nanti dari Pak Menaker,” ujar dia.
Selain membahas perpanjangan WFH, Airlangga juga menyebut terdapat beberapa insentif yang disiapkan untuk semester II-2026.
Baca Juga
Pemerintah Perpanjang Kebijakan WFH ASN Tiap Jumat untuk 2 Bulan ke Depan
Saat di kompleks Istana Kepresidenan, Airlangga mengatakan perpanjangan kebijakan WFH tiap Jumat merupakan salah satu dari paket kebijakan ekonomi baru yang tengah disiapkan pemerintah. Dikatakan, paket kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menghadapi gejolak geopolitik.
"Tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir,” kata dia.
Selain work from home, ipemerintah juga tengah menyiapkan berbagai insentif ekonomi untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional, khususnya pada kuartal II 2026. Insentif tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas dunia usaha.
"Selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," katanya.

