Akui Meleset Prediksi Akhir Konflik AS-Iran, Purbaya Waspadai Harga Minyak Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku meleset dalam memprediksi akhir Perang Teluk yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam proyeksi sebelumnya, perang tersebut bakal berakhir selama 2 bulan.
Indonesia harus mempersiapkan diri dengan konflik berkepanjangan dengan harga minyak tinggi.
“Saya pikir tadinya sebulan 2 bulan selesai perang ini, rupanya enggak,” kata Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTa, yang dipantau daring Rabu (6/5/2026).
Baca Juga
AS Klaim Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku, Harga Minyak Turun Tajam
Purbaya menjelaskan para pemimpin negara yang terlibat perang terlihat kurang bijak. Terlebih, upaya menyelesaikan perang dengan perjanjian terkesan menekan Iran.
“Kalau saya lihat isinya (perjanjian) sepihak, seolah-olah, Iran diperlakukan sebagai pihak yang kalah perang. Hitungan saya, pasti enggak akan tercapai perjanjian itu,” jelas dia.
Menurut Purbaya, Indonesia harus mempersiapkan diri dengan konflik berkepanjangan dengan harga minyak tinggi dalam durasi cukup lama. “Jadi, makanya setiap effort yang bisa mengurangi konsumsi dalam negeri, kita akan kita kerjakan,” ujar dia.
Baca Juga
Tidak Ada Permintaan BI Cetak Uang, Menkeu Tegaskan, APBN Cukup Solid
Upaya mengurangi konsumsi bahan bakar energi atau BBM diperlukan karena menyangkut anggaran subsidi APBN. Dalam paparannya, harga minyak versi Brent yang dicatat Kementerian Keuangan per 27 April 2026 melonjak 76,8% year to date ke posisi US$ 107,6 per barel.
Dia juga mengantisipasi lonjakan harga minyak mentah mencapai US$ 100 per barel sampai akhir tahun. Dengan asumsi ini, Purbaya mengklaim kondisi keuangan negara masih terjaga.

