BPS Ungkap Peran Program Strategis Pemerintah ke Pertumbuhan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap peran program strategis pemerintah ke pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi.
“Kami mencermati memang cukup banyak proyek-proyek strategis nasional yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PMTB pada kuartal I 2026,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Amalia mengatakan beberapa proyek strategis pemerintah yang memberikan dampak ke pertumbuhan investasi yaitu pembangunan MRT. Dalam catatan BPS, investasi pembangunan MRT mencapai lebih dari Rp 25 triliun.
“Ada juga pembangunan fisik dari gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta pembelian mesin, peralatan, kendaraan, dan intangible asset,” kata dia.
Baca Juga
Tingkat Pengangguran Menurun, BPS Sebut Kini Tersisa 7,24 Juta Orang
Menurut Amalia, terdapat pula beberapa program infrastruktur konektivitas dan swasembada pangan.
“Pada triwulan I 2026 ini, juga kami cermati adanya pembangunan fisik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang cukup masif dan tentunya pembangunan-pembangunan fisik dan juga infrastruktur konektivitas ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap PMTB,” kata dia.
Menurut catatan BPS, selama Desember 2025 hingga Maret 2026 pertumbuhan SPPG begitu massif. Terjadi penambahan SPPG baru sebanyak 6.737 unit.
“Dan investasi SPPG itu kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur dan penyediaan alat-alat dapur serta belanja modal lainnya,” ujar dia.
Baca Juga
BPS: Usaha Pertambangan dan Pengadaan Listrik-Gas Alami Kontraksi pada Kuartal I-2026
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 5,61% secara tahunan. Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yaitu tumbuhnya konstruksi sebesar 5,49% secara tahunan.
Tumbuhnya sektor konstruksi karena meningkatnya aktivitas konstruksi swasta karena bertambahnya SPPG dan KDMP.

