Moncernya Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian dan Konstruksi Berkaitan dengan MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang sebesar 5,61% secara tahunan. Kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 tersebut ditopang tumbuhnya beberapa sektor yang berhubungan dengan program prioritas pemerintah yaitu Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Lapangan usaha pertanian tumbuh sebesar 4,97% secara tahunan karena didorong peningkatan produksi dan permintaan domestik. Selain tanaman pangan yang tumbuh 7,58% secara tahunan karena panen raya padi, subsektor lapangan usaha peternakan juga tumbuh 11,84% secara tahunan.
Tumbuhnya subsektor lapangan usaha peternakan itu karena adanya permintaan daging ayam ras dan telur.
“Yang salah satunya memenuhi permintaan selama momen Ramadan-Idulfitri dan program MBG,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers, di Gedung BPS, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, program prioritas Presiden Prabowo Subianto juga menopang tumbuhnya sektor konstruksi yang sebesar 5,49% secara tahunan. Peningkatan lapangan usaha konstruksi terjadi karena realisasi anggaran belanja modal pemerintah untuk sektor konstruksi dan peningkatan penyediaan bahan baku konstruksi.
“Dan meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta, salah satunya didukung oleh penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPP] dan Koperasi Desa Merah Putih [KDMP]” ujar dia.
Pertumbuhan kuartal I-2026 juga terpantau ditopang oleh tumbuhnya industri pengolahan yang didorong permintaan domestik dan luar negeri sebesar 5,04% secara tahunan. Ini karena tumbuhnya industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,04% secara tahunan, industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik; dan peralatan listrik tumbuh 10,35% secara tahunan, dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 7,41% secara tahunan.
Baca Juga
BPS: Usaha Pertambangan dan Pengadaan Listrik-Gas Alami Kontraksi pada Kuartal I-2026
BPS juga menunjukkan perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh sebesar 6,26% secara tahunan. Ini ditopang peningkatan produksi barang pertanian dan industri pengolahan, peningkatan impor barang-barang konsumsi, barang modal, serta bahan baku dan penolong, peningkatan aktivitas belanja masyarakat, dan perdagangan elektronik.
“Secara tahunan seluruh lapangan usaha tumbuh usaha kecuali lapangan usaha pertambangan dan pengadaan listrik dan gas,” kata dia.
Lapangan usaha pertambangan terkontraksi sebesar -2,14% secara tahunan. Sementara itu, pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi sebesar -0,99%.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Secara Tahunan di Kuartal I-2026
BPS mencatat tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tinggi yaitu akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, dan transportasi & pergudangan.
Lapangan usaha akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 13,14% secara tahunan ditopang kinerja penyediaan makan minum seiring perluasan cakupan program makan bergizi gratis (MBG) dan momen libur nasional.
“Jasa lainnya tumbuh sebesar 9,91% secara tahunan karena jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar dia.
Lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 8,04% secara tahunan. Ini terjadi karena peningkatan mobilitas masyarakat yang tercerminnya jumlah penumpang pada semua moda transportasi.

