Bali & Nusa Tenggara Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Q1-2026, Jawa Tetap Dominan di PDB Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pulau Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal I-2026, yakni sebesar 7,93% (year on year/yoy). Lonjakan ini jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 3,22%. Kinerja positif tersebut menegaskan peran sektor pariwisata dan industri kreatif sebagai motor utama pemulihan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Disampaikan Kepala Badan BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Gedung BPS pada Selasa (5/5/2026), Pulau Jawa sebagai pusat ekonomi nasional juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pertumbuhan ekonomi Jawa mencapai 5,79% pada kuartal I-2026, naik dari 5,00% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kontribusi lebih dari 57% terhadap PDB nasional, Jawa tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
Di Sulawesi, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 6,95%, meningkat dari 6,40% pada kuartal I-2025 yang didorong oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan, yang terus.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Secara Tahunan di Kuartal I-2026
Berikutnya Pulau Sumatra juga mencatatkan pertumbuhan menjadi sebesar 5,13%, naik dari 4,84% tahun sebelumnya.
Kalimantan justru mengalami sedikit perlambatan, dengan pertumbuhan turun dari 4,31% menjadi 4,08%. Penurunan ini terkait dengan fluktuasi harga batu bara dan tantangan diversifikasi ekonomi di luar sektor pertambangan.
Sementara itu, Maluku dan Papua mencatatkan akselerasi pertumbuhan dari 1,70% menjadi 4,46%. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi, terutama dari sektor infrastruktur dan energi. Secara keseluruhan, kuartal I-2026 menjadi momentum positif bagi seluruh wilayah Indonesia, dengan Bali dan Nusa Tenggara tampil sebagai motor pertumbuhan baru.

